SUMENEP – Kabupaten Sumenep tengah melakukan langkah besar dalam peta ketahanan pangan nasional. Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), pemerintah daerah kini fokus mengorbitkan Kacang Komak Varietas Potre sebagai komoditas unggulan. Bukan sekadar tanaman alternatif, Varietas Potre diproyeksikan menjadi simbol kedaulatan pangan berbasis kearifan lokal yang mampu bersaing di pasar global.
1. Potre: Identitas Lokal yang Tersertifikasi
Kacang Komak (Lablab purpureus L.) Varietas Potre merupakan plasma nutfah asli Sumenep yang telah resmi terdaftar di Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) Kementerian Pertanian.
Penyebutan nama Potre merujuk pada kualitas bijinya yang unggul dengan warna kuning khas. Tanaman ini memiliki daya tahan luar biasa terhadap cekaman kekeringan, menjadikannya solusi paling logis bagi pengembangan pertanian di lahan kering (taduh hujan) yang mendominasi wilayah Madura.
2. Peta Jalan DKPP Sumenep Menuju Ikon Nasional
Kepala DKPP Sumenep menegaskan bahwa strategi menjadikan Varietas Potre sebagai ikon nasional dilakukan melalui pendekatan sistemik:
A. Pemurnian dan Penangkaran Benih Unggul
DKPP berkomitmen menjaga kemurnian genetik Varietas Potre. Bekerja sama dengan produsen benih dan kelompok tani penangkar, DKPP memastikan ketersediaan benih bermutu (label biru) tersedia dalam jumlah besar. Hal ini krusial agar produktivitas petani tetap tinggi dan stabil di angka 2,0 hingga 2,5 ton per hektar.
B. Klasterisasi Lahan Budidaya
Untuk menjamin pasokan (supply chain) bagi industri, DKPP melakukan pemetaan wilayah konsentrasi budidaya. Beberapa kecamatan di wilayah utara dan kepulauan Sumenep diarahkan menjadi sentra produksi utama. Pola tanam ini didukung dengan pemberian edukasi mengenai teknologi budidaya hemat air.
C. Hilirisasi: Dari Ladang ke Rak Ritel
Strategi hilirisasi menjadi kunci agar nilai tambah tetap dinikmati oleh warga Sumenep. DKPP mendorong transformasi Varietas Potre menjadi berbagai produk turunan:
-
Pengganti Kedelai: Bahan baku tempe dan tahu dengan cita rasa yang lebih gurih.
-
Pangan Fungsional: Tepung bebas gluten (gluten-free) untuk gaya hidup sehat.
-
Industri Snack: Kacang olahan premium dengan branding lokal yang kuat.
3. Analisis Keunggulan Varietas Potre
Dalam upaya menembus pasar nasional, Varietas Potre memiliki beberapa keunggulan kompetitif dibanding varietas kacang-kacangan lainnya:
| Parameter | Keunggulan Varietas Potre |
| Adaptasi | Sangat toleran pada lahan marginal dan rendah air. |
| Nutrisi | Kandungan protein tinggi, rendah lemak, dan kaya serat. |
| Ekonomi | Biaya input pertanian (pupuk/pestisida) lebih rendah dibanding kedelai. |
| Estetika | Warna biji kuning cerah yang meningkatkan daya tarik produk olahan. |
4. Menembus Pasar Nasional dan Ekspor
Target DKPP Sumenep tidak berhenti pada tingkat regional. Dengan narasi “The Golden Bean of Sumenep”, Varietas Potre mulai diperkenalkan pada pameran pangan nasional dan forum investasi. DKPP juga aktif memfasilitasi sertifikasi halal dan izin edar bagi UMKM pengolah komak agar produk mereka layak masuk ke supermarket dan pasar ekspor sebagai superfood.
“Varietas Potre adalah bukti bahwa lahan kering bukan hambatan, melainkan peluang. Kami ingin dunia mengenal Sumenep melalui setiap butir Kacang Potre yang berkualitas.”
— Visi Strategis DKPP Sumenep

Langkah berani DKPP Sumenep dalam mematenkan dan mempromosikan Kacang Komak Varietas Potre adalah investasi jangka panjang. Dengan dukungan riset, perluasan lahan, dan pemasaran yang masif, Varietas Potre siap menjadi ikon baru yang memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan derajat ekonomi petani lokal.




.gif)




