SUMENEP (Maduratani.com) – Perhelatan akbar Maduratani Award 2026 yang berlangsung khidmat di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Jumat (06/02/2026), terasa begitu megah. Namun, di tengah kehadiran tokoh-tokoh besar, kursi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Ir. Chainur Rasyid, M.Si, tampak kosong.
Bukan tanpa alasan, ketidakhadiran sosok yang dikenal sebagai “Bapak Petani Sumenep” ini ternyata menyimpan sebuah tanggung jawab besar yang tengah ia pikul demi masa depan birokrasi di Kabupaten Sumenep.
Panggilan Tugas Negara di Surabaya
Ir. Chainur Rasyid saat ini sedang berada di Surabaya untuk mengikuti rangkaian seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep. Sebagai salah satu kandidat terbaik yang lolos assessment, Chainur harus mengikuti tahapan krusial yang jadwalnya berbenturan langsung dengan agenda Maduratani Award.
Meskipun raga tidak berada di Pendopo Keraton, hati dan perhatian Chainur Rasyid tetap tertuju pada kemajuan insan tani yang hari itu menerima penghargaan. Melalui pesan resminya yang penuh ketulusan, ia menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh hadirin.
“Saya secara pribadi dan kedinasan menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Pimpinan Redaksi Maduratani.com dan seluruh panitia Maduratani Award 2026. Sedianya saya ingin hadir langsung di Pendopo Keraton, namun tugas negara terkait rangkaian seleksi Sekda di Surabaya tidak bisa saya tinggalkan,” ungkap Chainur Rasyid.
Maduratani sebagai Mitra Intelektual
Lebih lanjut, Chainur menegaskan bahwa ketidakhadirannya tidak sedikit pun mengurangi rasa hormat dan apresiasinya terhadap gerakan literasi pertanian yang dibangun oleh Maduratani.com di bawah nakhoda Ferry Arbania.
“Apresiasi kami terhadap inisiatif ini sangat besar; Maduratani adalah mitra intelektual kami dalam mengawal kedaulatan pangan di Madura,” tambahnya dalam pesan yang menyejukkan tersebut.
Publik dan para undangan pun memaklumi hal tersebut. Sebagai pejabat yang sedang menempuh ujian untuk posisi Sekda—jabatan tertinggi ASN di daerah—langkah yang diambil Chainur Rasyid adalah bentuk integritas dan kedisiplinan terhadap mekanisme negara.
Dukungan dari Pendopo
Pimpinan Redaksi Maduratani.com, Ferry Arbania, pun menyambut pesan tersebut dengan penuh pengertian. Menurutnya, perjuangan Chainur Rasyid di Surabaya adalah perjuangan untuk membawa visi pertanian ke level kebijakan yang lebih tinggi jika kelak terpilih sebagai Sekda.
“Kami sangat memaklumi. Justru kami mendoakan agar proses seleksi yang sedang dijalani Bapak Chainur Rasyid berjalan lancar dan membuahkan hasil terbaik bagi Kabupaten Sumenep,” ujar Ferry Arbania.
Absennya Kepala DKPP hari ini bukanlah sebuah kehilangan, melainkan sebuah pengorbanan waktu demi pengabdian yang lebih besar. Semangat kolaborasi antara DKPP dan Maduratani tetap menyala, membuktikan bahwa sinergi tidak selalu harus diukur dari kehadiran fisik, melainkan dari kesamaan visi untuk memakmurkan petani Madura. [Neng Ima/Nadayana Putri]




.gif)






