AMBUNTEN, SUMENEP – Upaya penguatan kedaulatan pangan nasional benar-benar diakselerasi di tingkat tapak. Melalui sinergi erat, Brigade Pangan Atani Atanak Kecamatan Ambunten bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep melakukan pengawalan intensif terhadap proses serap gabah petani untuk dipastikan masuk ke gudang Bulog.
Kegiatan strategis ini dilakukan guna mengejar target serap gabah di wilayah Kabupaten Sumenep yang dipatok sebesar 344 ton setara beras untuk tahun 2026.
Misi Nasional di Lahan Petani
Manager Brigade Pangan, Dini Martadila, menegaskan bahwa aksi di Kecamatan Ambunten ini merupakan bagian dari rantai pasok nasional yang sangat krusial.
“Tahun ini, secara nasional kita membidik target ekspor 1 juta ton beras dan target serap gabah sebesar 4 juta ton setara beras. Di level daerah, kami di Brigade Pangan bersama DKPP memastikan gabah petani Ambunten terserap secara maksimal oleh Bulog dengan harga yang layak,” tegas Dini Martadila di hadapan para petani dan penyuluh.
Sinergi Instansi: Dari Hulu hingga Hilir
Proses serap gabah ini tidak berdiri sendiri. Keberhasilan di lapangan merupakan buah dari kolaborasi lintas sektor yang melibatkan para ahli dan pengawal teritorial.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Tim Kerja (Katimker) Penyuluh, Dewo Ringgih, yang memberikan asistensi teknis mengenai standarisasi kualitas gabah. Selain itu, DKPP Sumenep bertindak sebagai motor penggerak kebijakan daerah, didampingi oleh Pasiter Kodim 0827/Sumenep sebagai bentuk dukungan TNI AD dalam satgas ketahanan pangan.
“Kolaborasi yang baik antara Brigade Pangan yang mewakili petani dengan DKPP, Penyuluh BPPSDMP Kementan RI, dan TNI adalah kunci mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan,” tambah Dini.
Pengawalan Ketat Penyuluh
Tim penyuluh Kecamatan Ambunten pun turun langsung memastikan gabah yang dihasilkan petani memenuhi kualifikasi teknis Bulog. Pengawalan ini penting agar tidak ada hambatan administratif maupun kualitas saat gabah didistribusikan dari sawah menuju lumbung pangan nasional.
Dengan pencapaian target 344 ton di Sumenep, diharapkan stabilitas stok pangan daerah terjaga dan kesejahteraan petani di Kecamatan Ambunten meningkat melalui sistem serap yang transparan dan terintegrasi. [tim/Red]




.gif)






