, , , ,

Kaleidoskop 2025: Gebrakan DKPP Sumenep Perkuat Kedaulatan Pangan dan Digitalisasi Pertanian

oleh -195 Dilihat
Gerakan Pangan Murah DKPP Sumenep/Istimewa.

 


SUMENEP – Tahun 2025 menjadi momentum transformasi besar bagi sektor pertanian di Kabupaten Sumenep. Di bawah komando Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), berbagai program strategis mulai dari pengembangan komoditas “Emas Hitam”, digitalisasi pemasaran, hingga raihan prestasi nasional berhasil dicapai untuk meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid (Inung), menegaskan bahwa kunci keberhasilan tahun ini terletak pada sinergi lintas sektor. “Kami fokus pada penguatan hulu hingga hilir. Pertanian dan peternakan harus berjalan beriringan untuk menjadi motor penggerak ekonomi baru di Sumenep,” ujarnya.

 




Revolusi Cabai Jamu dan Perlindungan Varietas Lokal

Salah satu tonggak sejarah pertanian Sumenep di tahun 2025 adalah inisiasi pengembangan kawasan budidaya cabai jamu terintegrasi di Desa Bluto dan Desa Lobuk, Kecamatan Bluto. Kawasan ini diproyeksikan menjadi sentra produksi yang tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi juga produk olahan berkualitas tinggi.

Selain cabai jamu, DKPP juga menunjukkan komitmennya dalam melindungi aset genetik daerah. Sejumlah komoditas unggulan seperti Kacang Komak (Potre, Radhin, Rato), Bawang Merah, dan Padi Lokal resmi didaftarkan ke Kementerian Pertanian untuk mendapatkan perlindungan varietas dan hak paten lokal.

Silangtani: Solusi Digital Memutus Rantai Tengkulak

Di era digital, DKPP Sumenep meluncurkan inovasi Aplikasi Silangtani. Platform lelang digital ini dirancang untuk memotong rantai distribusi yang panjang, sehingga petani bisa mendapatkan harga jual yang lebih kompetitif langsung kepada pembeli atau industri. Optimasi aplikasi ini di tahun 2025 menjadi jawaban atas tantangan pemasaran yang selama ini dialami petani tradisional.


 

Prestasi Nasional: BBIB Awards 2025

Sektor peternakan Sumenep juga menorehkan tinta emas di kancah nasional. DKPP Sumenep berhasil menyabet penghargaan di ajang BBIB Awards 2025 yang diselenggarakan di Malang. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan Sumenep sebagai Pengguna Semen Beku Sapi Lokal Terbaik, yang membuktikan keseriusan daerah dalam menjaga kualitas dan populasi sapi asli Madura.

Sinergi Swasembada dan Pengawasan Ketat

Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan nasional, DKPP Sumenep aktif berkolaborasi dengan TNI/Polri melalui sosialisasi dan pendampingan lapangan. Upaya ini dibarengi dengan manajemen alat mesin pertanian (Alsintan) yang lebih transparan.

“Kami melakukan pengetatan pengawasan terhadap bantuan Alsintan. Tujuannya jelas, agar bantuan pemerintah tepat sasaran dan benar-benar digunakan untuk meningkatkan produktivitas lahan petani,” tambah Inung.

Highlight Capaian DKPP Sumenep Sepanjang 2025:

  • Sentra Cabai Jamu: Pengembangan kawasan hulu-hilir di Kecamatan Bluto.

  • Aplikasi Silangtani: Transformasi pemasaran melalui platform lelang digital.

  • Legalitas Komoditas: Pendaftaran varietas unggul lokal ke Kementan RI.

  • Investasi Daerah: Promosi produk unggulan di Sumenep Investment Summit 2025.

  • Ketahanan Pangan: Sinergi swasembada bersama TNI/Polri.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo bersama Kepal DKPP Sumenep Chainur Rasyid di stand Madura Culture Festival 2025 di Sumenep. [dok.DKPP/Maduratani]


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.