SARONGGI, Maduratani.com – Keakuratan data pertanian menjadi fondasi utama dalam merancang kebijakan ketahanan pangan yang tepat sasaran. Di awal tahun 2026 ini, kolaborasi antara Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Badan Pusat Statistik (BPS) terus diperkuat, salah satunya melalui kegiatan Survei Ubinan pada komoditas kacang tanah di Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep.
Kegiatan ubinan ini merupakan langkah krusial untuk mengestimasi angka produktivitas tanaman pangan secara objektif dan representatif sebelum hasil panen secara keseluruhan dikumpulkan.
Laporan Hasil Ubinan Lapangan
Berdasarkan data primer yang dihimpun di lapangan (29/01/2026), berikut adalah rincian profil usaha tani milik salah satu responden di Dusun Langsar Laok:
- Responden:Bapak Johan
- Lokasi:RT 08 RW 04, Dusun Langsar Laok, Desa Langsar
- Luas Tanaman: 750
- Sistem Tanam:Tumpang Sari (Bersama Palawija & Srikaya)
- Hasil Plot Ubinan (2,5m x 2,5m):1,62 kg (Gelondongan Basah)
Analisis Data dan Produktivitas
Dari hasil ubinan tersebut, dilakukan konversi untuk mengetahui estimasi produktivitas per hektar. Hasilnya cukup mengejutkan dan menggembirakan bagi petani lokal:
| Indikator | Hasil Ubinan (Saronggi) | Rata-Rata Nasional | Status |
| Produktivitas | 2,59 Ton/Ha | 1,5 – 1,8 Ton/Ha | Unggul |
Meskipun ditanam dengan sistem tumpang sari dan varietas yang belum teridentifikasi secara spesifik, produktivitas di lahan Bapak Johan berhasil menembus angka 2,59 Ton/Ha. Hal ini menunjukkan efektivitas penggunaan pupuk (Urea & Phonska) serta kesuburan lahan di wilayah Saronggi yang sangat potensial untuk pengembangan kacang tanah.
Kesimpulan: Data Akurat, Petani Sejahtera
Sinergi antara penyuluh dan BPS di Saronggi membuktikan bahwa pendampingan teknis yang dipadukan dengan pendataan yang presisi dapat memotret potensi riil pangan dengan akurat. Hasil yang melampaui rata-rata nasional ini menjadi sinyal positif bagi penguatan ekonomi lokal. Data ubinan yang akurat hari ini adalah kunci bagi kebijakan bantuan benih dan pupuk yang tepat sasaran di masa depan.
Editor: Ferry Arbania




.gif)






