Chainur Rasyid: Irigasi Sprinkler Kunci Swasembada Pangan di Sumenep

oleh -281 Dilihat
Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid dorong penggunaan teknologi irigasi sprinkler untuk ubah lahan tadah hujan menjadi lumbung padi demi swasembada pangan.

 


SUMENEP, MaduraTani.com – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, menegaskan bahwa digitalisasi dan mekanisasi pengairan melalui teknologi irigasi sprinkler adalah solusi fundamental bagi masa depan pertanian di ujung timur Pulau Madura.

 




Langkah ini diambil sebagai strategi “anti-krisis” untuk memastikan lahan-lahan marjinal tetap produktif meski di tengah tantangan perubahan iklim dan keterbatasan debit air.

Transformasi Lahan Tadah Hujan

Saat meninjau langsung lahan percontohan di Desa Lembung Timur, Kecamatan Lenteng, Rabu (21/01/2026), pejabat yang akrab disapa Pak Inung ini menunjukkan bukti nyata. Lahan tegalan yang biasanya “mati suri” atau hanya ditanami jagung saat kemarau, kini sukses berubah menjadi hamparan padi hijau yang subur seluas dua hektar.

“Kita harus berani keluar dari cara-cara tradisional. Irigasi sprinkler bukan lagi pilihan, tapi keharusan jika ingin mencapai swasembada pangan. Dengan sistem ini, ketergantungan pada tenaga manusia dan curah hujan bisa kita tekan seminimal mungkin,” tegas Chainur Rasyid.


 

Keunggulan Teknis: Mengapa Harus Sprinkler?

Menurut Chainur, teknologi penyiraman bertekanan ini memiliki keunggulan komparatif yang sangat cocok dengan topografi Madura:

  • Efisiensi Air Maksimal: Mengatasi masalah pemborosan air pada lahan tegalan yang memiliki porositas tinggi (air cepat meresap).

  • Adaptasi Topografi: Sistem ini mampu menjangkau lahan bergelombang tanpa perlu proses perataan tanah yang mahal.

  • Kualitas Tanaman: Pancaran air yang menyerupai hujan alami membantu menjaga kelembapan mikro di sekitar tanaman, sangat ideal untuk budidaya padi di cuaca panas.

Visi Swasembada dan Penghargaan BBIB 2025

Keberhasilan ini memperpanjang rekam jejak positif DKPP Sumenep di bawah kepemimpinan Chainur Rasyid, yang sebelumnya sukses membawa instansi ini meraih BBIB Awards 2025.

Ia menargetkan pola irigasi ini segera masif di berbagai titik lahan tadah hujan lainnya. “Target saya ke depan adalah inovasi berkelanjutan. Lahan tidur harus kembali bangun dan produktif. Inilah wujud nyata pengabdian kami untuk kesejahteraan petani Sumenep,” pungkasnya. [Ferry Arbania]


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.