Maduratani.com – Untuk pertama kalinya dalam sejarah beberapa dekade terakhir, wajah pertanian di Desa Pengarangan, Kecamatan Kota Sumenep, berubah drastis. Berkat pendampingan intensif dan inovasi teknologi, para petani setempat kini mampu mencetak prestasi luar biasa: menanam padi hingga tiga kali dalam satu tahun (IP 300).
Pencapaian ini disebut sebagai “Sejarah Baru” bagi dunia pertanian Madura oleh Koordinator Penyuluh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Dewo Ringgih.
Inovasi Dewo Ringgih: Menembus Batas Kemustahilan
Selama puluhan tahun, menanam padi tiga kali di Sumenep dianggap sebagai hal yang mustahil karena keterbatasan air dan kondisi iklim yang kering. Namun, Dewo Ringgih berhasil membuktikan bahwa tantangan alam bisa ditaklukkan dengan strategi yang tepat.
“Selama puluhan tahun, pola tanam padi di Sumenep hanya bisa dilakukan dua kali. Namun, pada tahun 2025-2026 ini, berkat dukungan sarana irigasi perpompaan, petani mampu menambah satu siklus tanam lagi,” ujar Dewo Ringgih saat meninjau area persawahan di Desa Pengarangan.
Menurut Dewo, keberhasilan ini tidak lepas dari integrasi Sistem Irigasi Perpompaan yang memastikan pasokan air tetap stabil meskipun di puncak musim kemarau. Teknologi ini memutus ketergantungan petani pada curah hujan.
Desa Pengarangan Jadi Role Model Nasional
Sosok Dewo Ringgih tidak hanya sekadar memberikan bantuan fisik, tetapi juga mengubah pola pikir (mindset) petani. Ia mendorong para petani untuk berani memanfaatkan teknologi sederhana guna memaksimalkan potensi lahan yang terbatas.
“Bantuan infrastruktur irigasi ini telah mengubah wajah pertanian di sini. Para petani kini tidak lagi khawatir gagal tanam akibat kekeringan. Produktivitas lahan meningkat signifikan,” tambahnya.
Dewo berharap kesuksesan di Desa Pengarangan ini menjadi percontohan (role model) bagi desa-desa lain di Madura. Dengan peningkatan frekuensi panen, ekonomi rumah tangga petani otomatis terdongkrak karena adanya tambahan pendapatan yang signifikan dari hasil panen ketiga.
Penguatan Ketahanan Pangan Lokal
Di bawah pengawalan Dewo Ringgih dan tim penyuluh DKPP Sumenep, keberhasilan ini juga menjadi jawaban atas tantangan krisis pangan global. Surplus produksi padi dari Desa Pengarangan kini tidak hanya mencukupi kebutuhan keluarga petani, tetapi mulai membanjiri pasar lokal dan menjangkau wilayah di luar Sumenep.
“Kami dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian terus mendorong agar keberhasilan ini direplikasi. Ini adalah bukti nyata bahwa dengan kolaborasi dan teknologi, kita bisa memperkuat kemandirian pangan lokal secara mandiri,” pungkas Dewo.
(Ferry Arbania/Maduratani)




.gif)






