Menuju Pertanian 4.0, Bupati Sumenep

oleh -111 Dilihat
Menuju Pertanian 4.0, Bupati Sumenep Terbangkan "Drone Sprayer": Solusi Pupuk Cepat dan Merata dalam Hitungan Menit

 


Maduratani.com – Pemandangan futuristik terlihat di hamparan persawahan Kabupaten Sumenep baru-baru ini. Tak lagi hanya mengandalkan tenaga manual yang memakan waktu dan tenaga, sektor pertanian di ujung timur Pulau Madura ini mulai memasuki babak baru era digitalisasi.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Chainur Rasyid, secara langsung mempraktikkan penggunaan teknologi drone sprayer (pesawat nirawak penyemprot) untuk pemupukan dan perawatan tanaman padi. Langkah progresif ini menandai transformasi besar sektor agraris Sumenep menuju Pertanian 4.0, demi mengejar efisiensi tinggi dan target swasembada pangan nasional.

 




Efisiensi Waktu dan Biaya: Satu Hektar Selesai dalam Menit

Dalam peninjauan langsung di lahan persawahan, Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan bahwa adopsi teknologi drone ini bukan sekadar mengikuti tren atau gaya-gayaan semata. Ini adalah solusi konkret atas tantangan nyata di lapangan, yakni semakin mahalnya biaya tenaga kerja pertanian dan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk pemupukan secara manual.

“Dengan drone, penyemprotan pupuk cair maupun nutrisi tanaman bisa dilakukan jauh lebih cepat dan merata. Jika biasanya satu hektar butuh waktu berjam-jam dengan tenaga manusia, dengan teknologi ini cukup hitungan menit saja,” ujar Bupati Fauzi di sela-sela kegiatan.


 

Lebih jauh, Bupati Fauzi menilai modernisasi alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti ini sangat krusial untuk regenerasi petani. Penggunaan teknologi canggih diharapkan mampu menjadi daya tarik bagi generasi muda atau “petani milenial” untuk kembali melirik sektor pertanian sebagai bisnis yang modern, efisien, dan menjanjikan.

Multifungsi dan Presisi Tanpa Merusak Tanaman

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, memberikan penjelasan teknis mengenai spesifikasi unit drone yang diterjunkan. Menurutnya, alat ini memiliki fungsi ganda yang sangat efektif untuk perawatan tanaman secara menyeluruh. Selain untuk aplikasi pupuk cair, drone ini juga efektif digunakan untuk penyemprotan:

  • Insektisida (pembasmi hama)

  • Fungisida (anti jamur)

  • Zat Pengatur Tumbuh (Hormon ZPT)

  • Nutrisi tanaman tambahan lainnya

Keunggulan utama lainnya adalah presisi dan keamanan terhadap tanaman. “Kami ingin petani kita mulai terbiasa dengan efisiensi. Drone ini mampu menjangkau titik-titik tengah sawah yang sulit dijangkau manual, tanpa merusak rumpun padi karena tidak ada injakan kaki petani di area tanam saat proses penyemprotan,” jelas Chainur Rasyid.

Dukungan Penuh untuk Target Swasembada Pangan

Modernisasi melalui teknologi drone ini menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi besar Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk mencapai target produksi padi sebesar 6,5 ton per hektar. Dengan metode pemupukan yang lebih presisi (tepat dosis dan tepat lokasi), diharapkan pertumbuhan bulir padi menjadi lebih maksimal sekaligus meminimalisir pemborosan penggunaan pupuk.

Pihak DKPP Sumenep berharap Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Kelompok Tani (Poktan) di wilayahnya mulai terbuka mempelajari manajemen teknologi ini. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan dan pelatihan agar pemanfaatan alat canggih ini bisa merata di seluruh kecamatan di Sumenep.

“Ini adalah bukti bahwa Sumenep siap menjadi lumbung pangan modern di Jawa Timur. Kita gabungkan kekayaan alam yang kita miliki dengan kecanggihan teknologi masa kini,” pungkas Bupati Fauzi optimistis.


Editor: Redaksi Maduratani.com Kategori: Agrobisnis / Teknologi Pertanian


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.