Maduratani.com – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep terus memperkuat strategi swasembada pangan berkelanjutan. Salah satu langkah konkret yang ditempuh adalah dengan memasifkan penerapan metode System of Rice Intensification (SRI) atau Sistem Intensifikasi Padi di lahan-lahan produktif milik petani.
Inovasi ini terbaru diterapkan di lahan sawah milik Kelompok Tani (Poktan) Maju Jaya, Desa Beraji, Kecamatan Gapura, pada Sabtu (29/11/2025). Kegiatan gerakan tanam padi ini dihadiri langsung oleh jajaran staf DKPP, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), unsur TNI-Polri, serta puluhan anggota kelompok tani setempat.
Keunggulan Bibit Muda: Kunci Anakan Produktif
Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, yang akrab disapa Pak Inong, menjelaskan bahwa metode SRI membawa perubahan signifikan pada fase pertumbuhan tanaman padi. Perbedaan mendasar terletak pada usia bibit saat pindah tanam (transplanting).
“Dalam metode SRI, kita menggunakan bibit yang masih sangat muda, yakni berusia kurang dari 15 hari. Ini berbeda dengan kebiasaan umum petani yang baru memindahkan bibit pada usia 30 hari,” ujar Pak Inong di lokasi persawahan Desa Beraji.
Penggunaan bibit muda ini bertujuan untuk memperpanjang masa vegetatif tanaman. Dengan masa vegetatif yang lebih lama, padi mampu menghasilkan jumlah anakan yang jauh lebih banyak dan kuat.
Teknik Satu Lubang Satu Bibit
Selain faktor usia bibit, metode SRI menekankan pada efisiensi jumlah bibit per lubang tanam. Petani diarahkan untuk menanam hanya satu hingga dua bibit saja dalam satu lubang.
Seiring berjalannya waktu, satu bibit muda tersebut mampu memproduksi 30 hingga 40 anakan per lubang, dengan tingkat anakan produktif mencapai 20 hingga 25 batang. “Anakan produktif inilah yang nantinya akan melahirkan malai padi yang panjang dan berisi, sehingga produktivitas meningkat tajam,” imbuhnya.
Inovasi Persemaian dengan Alas
DKPP Sumenep juga memperkenalkan teknik persemaian menggunakan alas. Teknik ini berfungsi untuk melindungi perakaran bibit agar tidak rusak saat proses pencabutan dan pemindahan ke lahan sawah. Dengan akar yang utuh, tanaman padi dapat beradaptasi ( recovery ) lebih cepat dengan lingkungan baru tanpa mengalami stres tanaman yang berkepanjangan.
Penerapan metode SRI ini diharapkan tidak hanya meningkatkan hasil panen secara kuantitas, tetapi juga mengedukasi petani Sumenep untuk lebih efisien dalam penggunaan benih dan air.




.gif)






