Transformasi Pertanian Bangkalan: Menuju Sentra Tembakau Baru dan Lumbung Pangan Jawa Timur

oleh -127 Dilihat
Kabupaten Bangkalan sukses mempertahankan surplus beras sambil mengembangkan potensi tembakau baru di Blega melalui mekanisasi pertanian dan program Petani Milenial. [Petani Bangkalan/Ist,]

 


BANGKALAN (Maduratani.com) – Kabupaten Bangkalan, Madura, kini tengah memacu transformasi sektor pertanian secara masif. Tidak hanya mempertahankan statusnya sebagai salah satu daerah surplus beras, Pemkab Bangkalan mulai serius melirik potensi tembakau sebagai komoditas unggulan baru untuk mendongkrak kesejahteraan petani dan ekonomi daerah.

Diversifikasi Komoditas: Tembakau Menjadi Primadona Baru

Langkah berani diambil dengan menjadikan sejumlah wilayah, seperti Kecamatan Blega, sebagai fokus pengembangan tembakau. Uji coba penanaman tembakau telah dilakukan, salah satunya di Desa Alas Rajah, sebagai bagian dari strategi diversifikasi tanaman.

 




Penjabat (Pj) Bupati Bangkalan menekankan bahwa diversifikasi ini penting agar petani tidak hanya bergantung pada satu jenis komoditas. Tembakau dipilih karena memiliki nilai ekonomis tinggi dan kecocokan lahan di beberapa wilayah Bangkalan yang selama ini belum tergarap optimal.

Menjaga Kedaulatan Pangan dan Surplus Beras

Di sisi lain, sektor pangan tetap menjadi prioritas utama. Berdasarkan data Dinas Pertanian Pangan dan Hortikultura (Dispertahpangan) Bangkalan, wilayah ini secara konsisten mencatatkan surplus beras. Ketahanan pangan di ujung barat Pulau Madura ini dijamin aman untuk jangka panjang.

Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah terus memperkuat infrastruktur hilirisasi:


 

  • Mekanisasi Pertanian: Penyaluran bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) seperti traktor roda empat dan mesin tanam secara rutin dilakukan untuk mempercepat masa tanam.

  • Fasilitas Penggilingan: Pembangunan fasilitas penggilingan padi lokal terus ditingkatkan guna memastikan kualitas beras yang dihasilkan mampu bersaing di pasar serta memberikan nilai tambah bagi petani lokal sebelum dilempar ke luar daerah.

Modernisasi dan Program Petani Milenial

Menghadapi tantangan zaman, Pemkab Bangkalan aktif mendorong keterlibatan generasi muda melalui program “Petani Milenial”. Program ini bertujuan mengubah citra pertanian dari sektor tradisional menjadi bisnis berbasis teknologi (agritech).

“Pertanian harus menjadi sektor yang menjanjikan bagi pemuda. Dengan bantuan traktor roda empat dan teknologi mekanisasi, kita ingin mewujudkan pertanian mandiri yang efisien,” ungkap Kepala Dispertahpangan Bangkalan dalam sebuah forum koordinasi pembangunan.

Dukungan Anggaran dan Hilirisasi

Pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di Bangkalan juga diarahkan untuk mendukung sarana prasarana pertanian serta peningkatan kualitas bahan baku. Hal ini sejalan dengan ambisi daerah untuk melakukan hilirisasi, sehingga produk yang keluar dari Bangkalan bukan lagi bahan mentah, melainkan produk setengah jadi atau barang jadi yang bernilai tinggi.

Dengan perpaduan antara potensi alam yang kuat, mekanisasi modern, dan semangat inovasi dari petani milenial, Bangkalan kini berada di jalur yang tepat untuk menjadi pusat komoditas tembakau baru di Jawa Timur sekaligus pilar ketahanan pangan nasional.


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.