SUMENEP – Kabupaten Sumenep kembali mengukuhkan posisinya sebagai kiblat inovasi pertanian di Jawa Timur. Dua kelompok tani (Poktan) asal “Kota Keris” ini sukses menyabet penghargaan bergengsi Juara 1 dan Juara 2 dalam ajang Penerapan Inovasi Teknis Pengembangan Varietas Tembakau pada kegiatan Gema Inovasi Pengembangan Tembakau Provinsi Jawa Timur.
Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa pola tani tradisional di Sumenep mulai bertransformasi ke arah pertanian modern yang ramah lingkungan dan berbasis riset lokal.
Dominasi Inovasi Organik: Trichoderma dan Asam Amino Kelor
Dua kelompok tani yang mengharumkan nama Sumenep tersebut membawa terobosan yang berbeda namun memiliki kesamaan visi: mengurangi ketergantungan pada bahan kimia.
-
Juara 1: Poktan Al Muawwanah, Guluk-Guluk Berlokasi di Desa Guluk-Guluk, kelompok ini menciptakan inovasi penggunaan Trichoderma pada bokashi. Metode ini terbukti ampuh menekan penggunaan pupuk dan pestisida kimia. Uniknya, mereka juga menggunakan larutan gula merah yang dikocorkan pada tanaman untuk memperkuat daya tahan dan pertumbuhan tembakau.
-
Juara 2: Poktan Al Ikhlas, Pasongsongan Petani dari Lebeng Timur ini memanfaatkan asam amino dari tanaman kelor sebagai nutrisi alami. Aplikasi ekstrak kelor tersebut terbukti efektif meningkatkan kualitas daun dan hasil panen tembakau lokal secara signifikan.
Kepala DKPP: Inovasi Petani Adalah Aset Daerah
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, memberikan apresiasi tinggi saat menyambut keberhasilan para pahlawan pangan tersebut. Ia menegaskan bahwa inovasi ini merupakan solusi di tengah tantangan mahalnya pupuk kimia.
“Inovasi ini membuktikan bahwa petani kita tidak hanya bekerja keras, tetapi juga cerdas. Penggunaan Trichoderma, bokashi, hingga ekstrak kelor adalah langkah maju untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia dan meningkatkan kualitas tembakau lokal,” ujar Chainur Rasyid, Minggu (4/1/2026).
Menurut Chainur, keberhasilan ini tidak hanya membawa pulang trofi, tetapi juga menjadi standarisasi baru bagi petani lain di Sumenep. Ia berkomitmen akan terus mereplikasi keberhasilan ini agar produktivitas tembakau Sumenep tetap terjaga kualitasnya di mata nasional.
“Inovasi yang lahir langsung dari tangan petani merupakan aset berharga bagi keberlanjutan sektor tembakau. Kami di dinas akan terus mendorong terobosan-terobosan seperti ini agar petani semakin mandiri dan sejahtera,” pungkasnya. [tim/red]




.gif)





