Menanam Harapan di Balik Jeruji: Cara Rutan Sumenep Cetak “Petani Tangguh” dari Warga Binaan pada Awal 2026

oleh -275 Dilihat
Rutan Sumenep bekali warga binaan keterampilan tanam padi di awal 2026. Program pembinaan kemandirian untuk cegah residivisme melalui sektor pertanian. Ilustrasi@Maduratani

 


Maduratani.com–

– Ada pemandangan berbeda di area lahan produktif Rutan Kelas IIB Sumenep pada awal Januari 2026 ini. Bukan sekadar rutinitas penahanan, para warga binaan kini tampak sibuk bergelut dengan lumpur dan bibit padi. Mereka bukan sedang menjalani hukuman fisik, melainkan tengah menanam “benih masa depan” melalui program pembinaan kemandirian berbasis pertanian.

 




Langkah inovatif ini merupakan bagian dari transformasi Rutan Sumenep dalam mencetak sumber daya manusia yang siap pakai saat kembali ke masyarakat nanti.

Bukan Sekadar Panen, Tapi Perubahan Karakter

Kepala Rutan Sumenep, Aditya Wahyu Rahmadani, menegaskan bahwa filosofi utama dari kegiatan ini bukanlah pada volume hasil panen yang dihasilkan, melainkan pada rekonstruksi karakter warga binaan.

“Kami ingin warga binaan memiliki keterampilan nyata yang dapat dimanfaatkan setelah mereka bebas dan kembali ke lingkungan sosialnya,” ujar Aditya saat meninjau langsung proses penanaman, Selasa (6/1/2026).


 

Menurutnya, pertanian dipilih karena merupakan sektor yang paling relevan dengan karakteristik ekonomi masyarakat Madura. Dengan menguasai teknik tanam padi yang benar, warga binaan dibekali “senjata” ekonomi agar tidak lagi terjebak dalam lubang kriminalitas akibat faktor desakan finansial.

Disiplin Militer, Pendekatan Humanis

Meski melibatkan kegiatan di luar sel, keamanan tetap menjadi prioritas utama. Seluruh proses pertanian dilakukan di bawah pengawasan ketat petugas, namun dengan pendekatan yang humanis. Petani dari kalangan warga binaan ini diajarkan kedisiplinan mulai dari jadwal pemupukan, pengaturan irigasi, hingga perawatan tanaman secara berkala.

“Pembinaan ini kami rancang agar warga binaan terbiasa bekerja secara disiplin, produktif, dan bertanggung jawab. Pertanian adalah keterampilan yang bernilai guna jangka panjang,” imbuh Aditya.

Mendukung Ketahanan Pangan Lokal

Program ini secara tidak langsung juga menyokong agenda ketahanan pangan Kabupaten Sumenep tahun 2026. Dengan memanfaatkan lahan-lahan kosong di lingkungan Rutan menjadi lahan produktif, instansi ini membuktikan bahwa penjara bisa bertransformasi menjadi pusat inkubasi agribisnis.

Melalui langkah ini, Rutan Kelas IIB Sumenep menegaskan komitmennya bahwa pemasyarakatan bukan sekadar tempat menjalani masa hukuman, melainkan ruang untuk memperbaiki kualitas hidup demi masa depan yang lebih bermartabat.[tim/red]


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.