Dukung Hilirisasi Nasional, Kementan RI Monitoring Penangkaran Bibit Kelapa Unggulan di Sumenep

oleh -185 Dilihat
Dukung Hilirisasi Nasional, Kementan RI Monitoring Penangkaran Bibit Kelapa Unggulan di Sumenep
Ilustrasi Amsul penangkar bibit kelapa unggul di Sumenep.

 








 








SUMENEP, Maduratani.com – Kementerian Pertanian Republik Indonesia terus memperkuat basis produksi perkebunan melalui pengawasan kualitas bibit di tingkat daerah. Tim Kerja Penyuluh Pertanian BPPSDMP Kementan RI Wilayah Kerja Kabupaten Sumenep melakukan monitoring intensif terhadap penangkar bibit kelapa di Desa Legung Timur, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Rabu (28/01/2026).

Kegiatan ini difokuskan pada lokasi penangkaran milik Amsul, seorang praktisi pembibitan yang telah konsisten menekuni sektor ini selama lima tahun terakhir. Keberadaan penangkar lokal seperti ini dinilai menjadi pilar utama dalam mendukung program peremajaan tanaman kelapa demi menjaga keberlanjutan produksi nasional.


 

Kelapa Jadi Prioritas Hilirisasi Nasional

Katimker Penyuluh Pertanian BPPSDMP Kementan RI Wilayah Kerja Kabupaten Sumenep, Dewo Ringgih, menjelaskan bahwa monitoring ini adalah langkah nyata memastikan ketersediaan bibit berkualitas. Menurutnya, kelapa kini telah ditetapkan sebagai salah satu komoditas prioritas dalam program hilirisasi perkebunan nasional.

Dewo Ringgih menyampaikan bahwa pemerintah saat ini memang tengah memacu hilirisasi pada beberapa komoditas strategis, meliputi kopi, kakao, tebu, jambu mente, hingga kelapa. Langkah hilirisasi ini diproyeksikan mampu memberikan nilai tambah yang signifikan pada produk perkebunan serta memperkuat angka ekspor Indonesia melalui produk turunan yang lebih kompetitif.

Sumenep: Basis Kelapa Terbesar di Jawa Timur

Dipilihnya wilayah Batang-Batang sebagai lokasi monitoring bukan tanpa alasan. Dewo Ringgih menegaskan bahwa Kabupaten Sumenep memegang peranan krusial karena memiliki populasi serta luasan lahan tanaman kelapa terbesar di Jawa Timur.

Ia menambahkan bahwa potensi besar ini harus dibarengi dengan perhatian khusus dari pemerintah agar pengembangan produk turunan kelapa bisa berjalan maksimal. Komoditas kelapa diharapkan tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi dikembangkan menjadi produk olahan yang mampu mendongkrak ekonomi petani lokal sekaligus memberikan devisa bagi negara.

Hadirnya penangkar bibit yang tersertifikasi dan terpantau seperti di Desa Legung Timur diharapkan mampu menjamin para petani mendapatkan bibit unggul, sehingga visi Indonesia sebagai pemain utama kelapa dunia dapat terwujud dari hulu hingga ke hilir.


Reporter: Redaksi Madura Expose Editor: Ferry Arbania


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.