Maduratani.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan semakin serius memperkuat kedaulatan pangan di Pulau Madura. Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, secara resmi menyerahkan bantuan hibah berupa 12 unit traktor roda empat kepada kelompok tani di halaman Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker), Senin (19/1/2026).
Langkah ini merupakan bagian dari visi besar untuk menjadikan Kabupaten Bangkalan sebagai lumbung pangan yang mandiri dan berkelanjutan.
Kejar Target Luas Tanam 73 Ribu Hektare
Dalam sambutannya, Bupati Lukman menegaskan bahwa modernisasi alat mesin pertanian (Alsintan) adalah kunci untuk mendongkrak produktivitas. Pemkab Bangkalan mematok target luas tanam sebesar 73.000 hektare pada tahun 2026 guna memperkokoh posisi daerah sebagai penghasil beras surplus.
“Kalau ingin memajukan Bangkalan, maka yang harus diperhatikan adalah petaninya. Karena petani menghajatkan hidup orang banyak,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Bangkalan tersebut.
Bupati juga menyoroti pentingnya penanganan pasca-panen. Ia mengungkapkan rencana pembangunan fasilitas pengolahan dan pengeringan gabah (dryer) berstandar modern agar kualitas beras lokal tetap terjaga meski saat musim hujan.
Sinergi Pusat dan Daerah: Hasil Lobi ke Kementerian
Ke-12 unit traktor roda empat ini merupakan hibah dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Hal ini merupakan buah dari komunikasi intensif dan kunjungan kerja Bupati Lukman ke pemerintah pusat guna menarik anggaran dan bantuan ke daerah.
Plt Kepala Dinas Pertanian TPHP Bangkalan, C. Henry Kusuma Karya Dinata, mengapresiasi sinergi yang terbangun. Menurutnya, bantuan ini adalah wujud nyata kerja sama yang harmonis antara pusat dan daerah.
“Ini menunjukkan komitmen pemerintah pusat yang menginginkan pendapatan petani berkelanjutan, serta komitmen pemerintah daerah yang menyambutnya dengan bukti nyata,” jelas Henry.
Capaian Positif: Surplus Beras Selama 13 Bulan
Sektor pertanian Bangkalan menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan dalam tiga tahun terakhir:
-
Tahun 2024: Luas tanam mencapai 52.000 hektare.
-
Tahun 2025: Meningkat menjadi 63.000 hektare, menghasilkan surplus beras setara kebutuhan konsumsi selama 13 bulan.
-
Tahun 2026 (Target): Membidik angka 73.000 hektare.
“Distribusi 12 traktor ini bertujuan mempercepat pengolahan lahan yang belum tertanam dan menyambut masa tanam kedua. Kita optimis target 73 ribu hektare tercapai,” tandas Henry. [Tim/Red]




.gif)






