Maduratani.com – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, MH Said Abdullah, menegaskan komitmen strategisnya untuk menjadikan Madura sebagai pilar kedaulatan pangan nasional. Memasuki periode keempat pengabdiannya, politisi senior asal Sumenep ini memfokuskan perjuangannya pada pemberdayaan kelompok tani serta penguatan moralitas bangsa melalui dukungan kepada guru ngaji.
Bagi Said Abdullah, petani adalah garda terdepan dalam menjaga ketahanan hidup masyarakat. Ia menilai potensi pertanian Madura sangat besar untuk dikembangkan secara mandiri.
Modernisasi Pertanian dan Dukungan Kebijakan
Said Abdullah menekankan bahwa kemandirian pangan tidak dapat dicapai hanya dengan kerja keras petani di lapangan, tetapi harus didukung oleh kebijakan pemerintah yang berpihak.
“Jika kita mengabaikan kebijakan yang mendukung petani, kita akan kehilangan kesempatan besar untuk membangun ketahanan pangan lokal yang kuat,” tegas Said.
Ia menyoroti tiga aspek kunci yang akan diperjuangkan di tingkat pusat untuk petani Madura:
-
Akses Permodalan: Mempermudah petani mendapatkan pembiayaan usaha tani.
-
Kepastian Subsidi: Menjamin ketersediaan pupuk dan bibit berkualitas.
-
Inovasi Teknologi: Mendorong modernisasi alat mesin pertanian agar produktivitas meningkat.
Menjaga Karakter Madura melalui Guru Ngaji
Uniknya, komitmen Said Abdullah tidak hanya berhenti pada sektor ekonomi agraris. Ia mengintegrasikan kedaulatan pangan dengan ketahanan moral. Menurutnya, guru ngaji dan musala adalah fondasi utama pembentuk karakter generasi muda Madura.
“Pendidikan agama di musala adalah landasan pendidikan kebangsaan yang kuat. Di sinilah karakter generasi muda kita terbentuk,” ujarnya.
Dalam setiap kunjungannya, Said konsisten memberikan bantuan langsung kepada Kelompok Tani (Poktan), insentif bagi guru ngaji, serta santunan untuk anak yatim. Baginya, bantuan ini adalah wujud nyata kehadiran pemerintah dalam menjaga dua pilar bangsa: pangan dan akhlak.
Harapan Mandiri Pangan
Dengan tanah Madura yang subur, Said Abdullah optimis wilayah ini mampu memenuhi kebutuhan pangan lokal tanpa bergantung pada daerah lain. Ia berjanji akan terus mengawal kebijakan anggaran yang memastikan petani Madura memiliki posisi tawar yang kuat dan terlindungi secara ekonomi.
“Kehadiran saya adalah untuk memastikan pemerintah hadir bagi mereka yang bekerja di sawah dan mereka yang mengajar di musala,” pungkasnya. [Tim/Red]




.gif)






