BANGKALAN, (Maduratani.com) – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, mengeluarkan seruan tegas kepada para petani di wilayahnya untuk berhenti menjual hasil panen gabah ke luar daerah. Langkah ini diambil sebagai strategi besar untuk mewujudkan kemandirian pangan dan mendongkrak kesejahteraan ekonomi petani lokal melalui penguatan sektor hilirisasi.
Bupati Lukman menyoroti fenomena kerugian ekonomi yang selama ini dialami petani Bangkalan akibat ketergantungan pada rantai distribusi luar daerah.
Putus Siklus “Jual Gabah Beli Beras”
Selama ini, Bangkalan sering kali hanya menjadi produsen bahan mentah. Gabah dijual ke luar daerah, namun masyarakat justru membeli kembali beras hasil olahan daerah lain dengan harga yang lebih tinggi.
“Selama ini, sektor pengolahan masih bergantung pada daerah lain. Gabah yang dihasilkan dijual ke luar, lalu berasnya kita beli kembali. Jika petani bisa mengolah sendiri, ini akan membuka peluang kerja baru dan meningkatkan pendapatan mereka secara signifikan,” tegas Lukman Hakim, belum lama kepada awak media di Bangkalan, Madura, Jawa Timur.
Menurutnya, penguatan sektor pertanian dari hulu ke hilir akan menjadi program prioritas Pemkab Bangkalan dalam lima tahun ke depan.
Langkah Konkret: Modernisasi Alsintan dan Irigasi
Untuk mendukung visi tersebut, Bupati Lukman berkomitmen untuk memetakan kebutuhan mendasar petani, mulai dari penyediaan alat dan mesin pertanian (Alsintan) hingga perbaikan sistem irigasi.
Poin-Poin Prioritas Pemkab Bangkalan:
-
Pemenuhan Alsintan: Menunjang proses panen dan pengolahan mandiri.
-
Infrastruktur Air: Menjamin ketersediaan air melalui irigasi yang memadai.
-
Pendampingan Teknis: Edukasi petani dalam mengelola hasil pascapanen.
-
Efisiensi Anggaran: Penyesuaian program dengan kemampuan dana daerah melalui kajian lintas OPD.
“Kami akan segera melakukan rapat tindak lanjut dengan OPD terkait untuk mendata kebutuhan sarana-prasarana. Meski ada kebijakan efisiensi anggaran, sektor pangan tetap menjadi perhatian serius,” imbuhnya.
Panen Melimpah: Bangkalan Proyeksikan 120 Ribu Ton Gabah
Kabar baik datang dari capaian produksi lapangan. Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Bangkalan, Puguh Santoso, melaporkan tren positif pada musim panen Maret-April tahun ini.
“Target panen padi kita mencapai luas 23.114 hektar dengan proyeksi produksi menyentuh 120.193 ton gabah. Alhamdulillah, kondisi padi sangat bagus dan kita terhindar dari gagal panen,” ujar Puguh.
Dengan melimpahnya stok gabah saat ini, momentum untuk memulai pengolahan mandiri di Bangkalan dinilai sangat tepat guna memastikan nilai tambah ekonomi tetap berputar di dalam daerah.




.gif)






