Era Baru Pertanian Digital: DKPP Sumenep Sebar 7 Unit Drone Pupuk ke Kecamatan, 1 Hektar Cukup 15 Menit!

oleh -143 Dilihat
Uji coba drone pupuk di areal pesawahan Desa Poreh Kecamatan Lenteng Sumenep bersama Bupati Fauzi dan Kepala DKPP Sumenep H. Chainur Rasyid, PPL dan Forpimda, Rabu 7 Januari 2026.

 


Maduratani.com – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep resmi memulai revolusi teknologi di pematang sawah.

Mengawali tahun 2026, DKPP memperkenalkan penggunaan Drone Sprayer untuk pemupukan cair, sebuah langkah berani untuk meninggalkan cara-cara konvensional menuju pertanian presisi yang lebih efisien.

 




Teknologi ini diproyeksikan menjadi solusi atas kelangkaan tenaga kerja tani sekaligus mempercepat target swasembada pangan di Bumi Sumekar.

Distribusi 7 Unit Drone ke Kecamatan

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, mengungkapkan bahwa kesiapan infrastruktur teknologi ini sudah matang. Sebagai tahap awal, sebanyak tujuh unit drone canggih telah disiapkan untuk diterjunkan ke titik-titik strategis.


 

 

“Alhamdulillah petani kita sudah siap dengan drone ini. Saat ini ada 7 drone yang akan disebar ke 7 kecamatan di Kabupaten Sumenep. Dalam waktu dekat akan ada pelatihan kepada kelompok tani mengenai penggunaan drone pupuk ini,” ujar pria yang akrab disapa Inung ini kepada Maduratani.com, Rabu (7/1/2026).

Efisiensi Tanpa Batas: Hemat Waktu dan Presisi Tinggi

Kepala DKPP Sumenep H. Chainur Rasyid bersama Bupati disela mengikuti Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan bersama Presiden Prabowo Subianto via daring, Rabu 7 Januari 2026. [dok.Maduratani.com]

Penggunaan drone bukan sekadar gaya-gayaan.

Teknologi ini membawa manfaat nyata yang akan mengubah drastis produktivitas petani:

  • Kecepatan Luar Biasa: Drone ini mampu menyelesaikan pemupukan lahan seluas 1 hektar hanya dalam waktu 15 menit. Jika dilakukan manual, proses ini bisa memakan waktu seharian dan tenaga yang besar.

  • Pertanian Presisi: Dilengkapi dengan GPS dan aplikasi khusus, drone menyemprotkan pupuk cair secara merata dengan dosis yang sangat akurat. Hal ini meminimalisir pemborosan pupuk dan lebih ramah lingkungan.

  • Menjangkau Lahan Sulit: Drone mampu menjangkau area tengah sawah atau lahan yang sulit diakses secara manual tanpa merusak tanaman yang sudah tumbuh.

Cara Kerja Drone Pertanian DKPP Proses pengoperasian drone ini dirancang agar mudah diadopsi oleh kelompok tani melalui pelatihan intensif. Cairan pupuk dimasukkan ke dalam tangki khusus, kemudian operator mengatur parameter terbang melalui remote control atau tablet. Drone akan terbang rendah di atas tanaman, menyemprotkan butiran halus (droplet) secara presisi melalui nozel yang didesain khusus agar pupuk langsung terserap daun dan batang.

Mendorong Modernisasi untuk Ketahanan Pangan Langkah DKPP Sumenep ini merupakan bagian dari visi besar Bupati Sumenep dalam mewujudkan pertanian modern yang berkelanjutan. Dengan adanya teknologi ini, profesi petani diharapkan menjadi lebih menarik bagi generasi muda (petani milenial) yang akrab dengan dunia digital.

“Kami ingin petani Sumenep naik kelas. Dengan drone, kerja jadi lebih ringan, hasil panen lebih maksimal, dan yang paling penting, biaya operasional petani bisa ditekan,” pungkas Chainur Rasyid.

[Ferry Arbania/Maduratani]


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.