Cara Membuat Bokashi Trichoderma: Rahasia Juara 1 Inovasi Tembakau Jatim asal Guluk-Guluk

oleh -250 Dilihat

 


SUMENEP – Setelah sukses membawa Poktan Al Muawwanah meraih Juara 1 tingkat Jawa Timur, metode Bokashi Trichoderma kini menjadi perbincangan hangat di kalangan petani tembakau. Selain hemat biaya, metode ini ampuh menjaga kesehatan tanah dan meningkatkan bobot daun tembakau.

Berikut adalah panduan praktis membuatnya:

 




Bahan-Bahan:

  1. Pupuk Kandang (Kotoran Sapi/Kambing): 100 kg.

  2. Dedak/Bekatul: 5-10 kg (sebagai sumber energi mikroba).

  3. Agen Hayati Trichoderma: 250 – 500 gram (bisa didapat di laboratorium DKPP atau toko pertanian).


     

  4. Larutan Gula Merah: 250 gram (dicairkan).

  5. Decomposer (seperti EM4): secukupnya.

  6. Air: Secukupnya (hingga kadar air mencapai 30%).

Langkah Pembuatan:

  1. Pencampuran: Campurkan kotoran ternak dan dedak secara merata di tempat yang teduh dan tidak terkena hujan langsung.

  2. Aktivasi Mikroba: Larutkan gula merah dan decomposer ke dalam air. Siramkan secara perlahan ke tumpukan bahan sambil diaduk (uji remas: jika digenggam tidak pecah dan tidak meneteskan air).

  3. Inokulasi Trichoderma: Taburkan bubuk Trichoderma ke dalam adonan secara merata. Inilah kunci utama untuk mencegah penyakit layu fusarium pada tembakau.

  4. Fermentasi: Tutup rapat menggunakan terpal selama 7-14 hari. Lakukan pembalikan setiap 3 hari sekali untuk menjaga suhu agar tidak terlalu panas.

  5. Ciri Berhasil: Bokashi siap digunakan jika sudah dingin, berbau harum tanah (seperti tape), dan muncul hifa putih jamur menguntungkan.


Tips Tambahan: Ekstrak Kelor ala Pasongsongan (Juara 2)

Untuk meningkatkan kualitas daun, Anda juga bisa membuat ZPT Alami dari Daun Kelor:

  • Tumbuk daun kelor segar, campur dengan sedikit air (rasio 1:1).

  • Peras dan ambil sarinya.

  • Encerkan kembali (1 bagian sari kelor dengan 30 bagian air) dan semprotkan pada daun tembakau setiap 10 hari sekali.

Sumenep Borong Juara Inovasi Tembakau Jatim, Kepala DKPP: “Bukti Petani Kita Cerdas dan Kreatif”


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.