SUMENEP, Maduratani.com – Desa Mandala, Kecamatan Rubaru, kembali mempertegas posisinya sebagai salah satu episentrum hortikultura di Kabupaten Sumenep. Hamparan hijau tanaman bawang merah yang membentang luas di wilayah ini menjadi sinyal positif bagi penguatan ekonomi kerakyatan berbasis agraris.
Bawang merah Rubaru bukan sekadar tanaman musiman; ia adalah urat nadi perekonomian warga setempat. Kualitas tanah dan iklim di wilayah ini menjadikannya lahan yang sangat potensial untuk menghasilkan umbi berkualitas tinggi yang mampu bersaing di pasar regional maupun nasional.
Ritual Perawatan: Kunci Kualitas Umbi yang Unggul
Keberhasilan panen tidak datang begitu saja. Di balik hijaunya daun yang segar, terdapat ketelatenan dalam perawatan harian. Salah satu fokus utama para petani saat ini adalah pengendalian gulma dan pemantauan kesehatan tanaman secara intensif.
“Perawatan rutin seperti pembersihan gulma sangat menentukan hasil panen nantinya. Kita harus memastikan tanaman tumbuh sehat tanpa gangguan tumbuhan liar agar nutrisi terserap sempurna oleh umbi,” ujar Sertu Hainur Rahman, Babinsa Koramil 0827/13 Rubaru yang terjun langsung mendampingi petani di sela-sela kegiatannya, Kamis (29/01/2026).
Ketahanan Pangan dari Akar Rumput
Kehadiran personel Babinsa di tengah lahan bawang merah di Desa Mandala memberikan dimensi baru dalam ekosistem pertanian lokal. Bukan sekadar pengawasan, keterlibatan aktif ini lebih menekankan pada pemberian motivasi teknis dan menjaga semangat petani sebagai ujung tombak kedaulatan pangan.
Bawang merah di Rubaru dinilai sebagai komoditas strategis. Jika kualitasnya terjaga sejak masa tanam, maka nilai tawar petani saat panen raya akan meningkat tajam. Hal ini linear dengan kesejahteraan masyarakat desa yang mayoritas menggantungkan hidup dari sektor pertanian.
“Petani adalah garda terdepan. Kalau hasil panennya baik, maka ekonomi desa akan ikut kuat dan sejahtera,” lanjut Hainur Rahman saat memeriksa pertumbuhan tunas bawang bersama warga.
Sinergi Pendampingan untuk Hasil Maksimal
Melalui kolaborasi antara petani dan pendamping di lapangan, diharapkan tercipta transfer semangat dan pengetahuan yang berkelanjutan. Upaya ini merupakan bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional yang dimulai dari level paling mendasar: petak-petak sawah di pelosok desa.
Dengan manajemen pemeliharaan yang tepat dan sinergi lintas sektor, bawang merah Desa Mandala optimis akan kembali menjadi primadona yang mendongkrak marwah pertanian Kabupaten Sumenep di mata dunia.
Maduratani.com – Mengabarkan dari Akar Rumput untuk Kesejahteraan Petani.




.gif)






