Getarkan Pendopo Keraton, Pidato “Panglima Ekonomi” Ferry Arbania di Maduratani Award 2026 Pukau Undangan

oleh -148 Dilihat

 


SUMENEP (Maduratani.com) – Suasana Pendopo Agung Keraton Sumenep yang biasanya tenang, seketika berubah menjadi penuh energi pada Jumat pagi (06/02/2026). Pimpinan Redaksi Maduratani.com, Ferry Arbania, menyampaikan pidato sambutan dalam ajang Maduratani Award 2026 yang dinilai banyak pihak bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah “Manifesto Kedaulatan Pangan” dari Pulau Garam.

 




Di hadapan Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, jajaran Kepala Dinas Pertanian dari empat kabupaten di Madura, serta 11 pimpinan asosiasi wartawan, Ferry Arbania menegaskan posisi sektor pertanian sebagai variabel utama penentu masa depan daerah.

Pertanian Sebagai Panglima Ekonomi

Dalam orasinya yang memukau, Ferry Arbania melontarkan diksi yang tajam. Ia menyerukan agar seluruh elemen di Madura berhenti memandang sektor pertanian dengan sebelah mata.

“Hari ini adalah pernyataan sikap kolektif kita. Kita hadir untuk memancangkan niat bahwa di bawah langit Madura, sektor pertanian harus kembali menjadi Panglima Ekonomi di Pulau Garam!” tegas Ferry yang disambut tepuk tangan riuh para undangan.


 

Ferry memaparkan secara ilmiah bahwa karakteristik dryland farming (pertanian lahan kering) di Madura bukanlah sebuah kutukan geografis, melainkan potensi raksasa yang tertidur. Ia berkomitmen menjadikan Maduratani.com sebagai intellectual partner pemerintah untuk membedah sekat informasi antara kebijakan dinas dengan realitas petani di pelosok desa.

Dukungan Terhadap Asta Cita dan Swasembada

Pria yang akrab disapa Kiai Ferry ini juga memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah progresif Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo dalam mendukung program Asta Cita Presiden RI menuju Swasembada Pangan. Ia menekankan tiga pilar utama yang akan dikawal oleh Maduratani.com: Hilirisasi produk tani, Data Driven Farming, dan transformasi narasi lahan gersang menjadi lahan produktif melalui mekanisasi.

“Kami tidak ingin hanya menjadi penyampai berita. Kami ingin memastikan setiap inovasi teknologi pertanian tersampaikan secara presisi hingga ke tingkat kelompok tani,” imbuhnya.

Getaran Spiritual: Bertani adalah Sedekah Jariyah

Puncak dari pidato yang membuat suasana hening dan haru adalah ketika Ferry menyitir sebuah hadits shahih riwayat Bukhari dan Muslim tentang keutamaan menanam pohon. Dengan suara yang tenang namun berwibawa, ia membacakan teks asli Arab di hadapan hadirin:

“Tidaklah seorang muslim menanam pohon atau tanaman, lalu hasilnya dimakan oleh burung, manusia, maupun hewan, melainkan itu menjadi sedekah baginya.”

Bagi Ferry, hadits ini adalah ruh perjuangan Maduratani.com. Ia menegaskan bahwa setiap butir jagung yang tumbuh dan setiap liter air yang mengalir ke sawah adalah timbangan pahala jariyah bagi para pemangku kebijakan, media, dan petani.

Respon Positif Hadirin

Pidato tersebut ditutup dengan semboyan yang membakar semangat: “Maju Petaninya, Makmur Maduranya, Berdaulat Bangsanya!”

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, yang hadir langsung, tampak memberikan apresiasi mendalam atas visi besar yang diusung oleh https://www.google.com/url?sa=E&source=gmail&q=Maduratani.com. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada para tokoh yang dianggap berjasa dalam kemajuan pertanian di wilayah Madura.

Rep. Nadayana Putri

Editor: Pimpres


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.