Memotret Denyut Ekonomi Sumenep: Sinergi Pemkab dan BPS dalam Sensus Ekonomi 2026

oleh -162 Dilihat
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam Sensus Ekonomi 2026 sebagai fondasi pembangunan daerah yang tepat sasaran. [dok. Maduratani.com]

 


SUMENEP – Dalam upaya mewujudkan tata kelola pembangunan berbasis data (evidence-based policy), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep secara resmi mengintensifkan dukungan terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026. Agenda nasional yang dinakhodai oleh Badan Pusat Statistik (BPS) ini menjadi instrumen krusial untuk membedah anatomi kekuatan ekonomi di ujung timur Pulau Madura.

Dimulai sejak 1 Mei hingga 31 Agustus 2026, pendataan ini menyisir seluruh lini usaha, mulai dari sektor mikro hingga industri kreatif yang kian moncer di Bumi Sumekar.

 




Fondasi Data untuk Kebijakan yang Presisi

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa akurasi data adalah “kompas” dalam menentukan arah kebijakan daerah. Baginya, Sensus Ekonomi bukan sekadar rutinitas administratif sepuluh tahunan, melainkan momentum transformasi ekonomi.

“Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar pendataan biasa, tetapi momentum besar untuk melihat potensi riil dunia usaha di Kabupaten Sumenep. Dari data yang akurat, pemerintah dapat menyusun program pembangunan yang benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Bupati Fauzi, Selasa (12/5/2026).

Memetakan Potensi, Memacu Investasi

Secara strategis, hasil dari SE 2026 ini akan digunakan Pemkab Sumenep untuk:


 

  1. Identifikasi Sektor Unggulan: Memetakan bidang usaha yang memiliki daya ungkit tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

  2. Akselerasi UMKM: Menentukan jenis intervensi dan bantuan yang paling dibutuhkan oleh pelaku usaha kecil dan menengah.

  3. Daya Tarik Investasi: Menyediakan potret ekosistem bisnis yang valid bagi calon investor untuk masuk ke Kabupaten Sumenep.

Bupati Fauzi menambahkan bahwa melalui data ini, pemerintah dapat mengklasifikasikan sektor mana yang sudah mandiri, sektor yang sedang “sakit” dan butuh atensi, hingga mendeteksi ceruk usaha baru yang potensial meningkatkan kesejahteraan warga.

Jaminan Keamanan Data: Pelaku Usaha Tak Perlu Ragu

Sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep yang juga dikenal dekat dengan rakyat, Bupati Fauzi menghimbau para pelaku usaha untuk bersikap kooperatif. Ia menjamin bahwa informasi yang diberikan kepada petugas sensus bersifat rahasia dan dilindungi undang-undang.

“Kami berharap seluruh masyarakat dan pelaku usaha ikut menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. Partisipasi masyarakat adalah bentuk kontribusi nyata dalam membangun Sumenep yang lebih maju, mandiri, dan memiliki daya saing kuat di masa depan,” pungkasnya.


Analisis Maduratani: Mengapa SE 2026 Penting bagi Petani & Pengusaha?

Dalam perspektif ekonomi makro, Sensus Ekonomi 2026 akan menangkap pergeseran struktur ekonomi Sumenep pasca-pandemi dan di tengah gempuran digitalisasi. Bagi pembaca Maduratani.com, data ini nantinya akan tercermin dalam kemudahan akses modal dan kebijakan distribusi komoditas yang lebih efisien karena pemerintah tahu persis di mana titik-titik kekuatan ekonomi berada.

Optimisme Pemkab Sumenep: Dengan basis data yang inklusif, visi Sumenep yang lebih sejahtera bukan lagi sekadar narasi, melainkan target yang bisa diukur dan dicapai secara sistematis.

Red/Editor: Ferry Arbania


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.