Visi Besar Bupati Fauzi Bangun Kedaulatan Pangan: Miliaran Rupiah Dikucurkan untuk Modernisasi Pertanian Sumenep

oleh -326 Dilihat
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo saat Panen Raya Jagung, di Desa Guluk-guluk Kecamatan Guluk-guluk, Jumat (14/02/2025).

 


Maduratani.com – Sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan tetap menjadi prioritas utama di bawah kepemimpinan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo. Dengan luas lahan pertanian yang mencapai lebih dari 103 ribu hektar, Bupati Fauzi terus memperkuat fondasi ekonomi daerah melalui alokasi anggaran miliaran rupiah setiap tahunnya yang dikelola secara strategis oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP).

Langkah ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan upaya sistematis untuk mewujudkan kemandirian pangan dan menyejahterakan puluhan ribu keluarga petani di Bumi Sumekar.

 




Digitalisasi dan Varietas Unggul: Era Baru Pertanian Sumenep

Bupati Fauzi menegaskan bahwa cara-cara tradisional harus mulai berdampingan dengan inovasi teknologi. Salah satu terobosan yang terus didorong adalah penggunaan varietas unggul seperti HMS 700, yang telah terbukti mampu mendongkrak produktivitas hasil panen secara signifikan.

“Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan metode lama. Petani Sumenep harus akrab dengan teknologi modern dan varietas unggul. Dengan teknologi, biaya produksi bisa ditekan, dan hasil panen seperti jagung, kacang hijau, hingga bawang merah bisa meningkat tajam,” ujar Bupati Fauzi dalam berbagai kesempatan.

Fokus pada Kesejahteraan dan Regenerasi Petani Milenial

Bagi Bupati Fauzi, indikator keberhasilan pembangunan pertanian bukan hanya pada angka produksi, melainkan pada tingkat kesejahteraan petaninya. Pemkab Sumenep rutin memberikan penghargaan bagi penyuluh pertanian dan petani berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka di lapangan.


 

Selain itu, program Petani Milenial menjadi perhatian khusus. Bupati Fauzi gencar mengajak generasi muda untuk kembali ke sawah dan kebun dengan membawa semangat inovasi. “Sektor agrikultur adalah bisnis masa depan. Kita butuh anak muda atau petani milenial yang kreatif untuk mengubah wajah pertanian Sumenep menjadi lebih modern, terintegrasi, dan memiliki nilai jual tinggi,” tambahnya.

Sektor Terintegrasi sebagai Benteng Ketahanan Pangan

Melalui DKPP Sumenep, pengembangan sektor pertanian kini dilakukan secara terintegrasi antara tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan. Komoditas strategis seperti cabai, bawang merah, dan jagung dipacu untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal maupun nasional.

Integrasi ini diharapkan menjadi benteng kuat bagi ketahanan pangan daerah, sehingga Sumenep tidak hanya mampu mencukupi kebutuhan sendiri, tetapi juga menjadi pemasok utama bagi wilayah lain di Jawa Timur.

Komitmen Anggaran yang Berkelanjutan

Dukungan anggaran miliaran rupiah setiap tahunnya dialokasikan untuk:

  • Penyediaan Sarana & Prasarana: Seperti alat mesin pertanian (Alsintan) modern.

  • Bantuan Bibit & Pupuk: Memastikan petani mendapatkan input pertanian berkualitas.

  • Pelatihan & Pendampingan: Melalui penyuluh pertanian yang tersebar di seluruh kecamatan hingga kepulauan.

Dengan komitmen kuat dari Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, sektor pertanian Sumenep kini tengah bertransformasi dari sektor tradisional menjadi penggerak ekonomi modern yang kompetitif di tingkat nasional.


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.