SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan komitmennya untuk menjadikan Kabupaten Sumenep sebagai lumbung pangan yang mandiri dan berkelanjutan. Melalui alokasi anggaran miliaran rupiah setiap tahunnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus memacu pengembangan sektor pertanian, peternakan, hingga perikanan secara terintegrasi.
Langkah strategis ini diambil sebagai respon terhadap tantangan ketahanan pangan global, sekaligus memaksimalkan potensi kekayaan alam Bumi Sumekar yang sangat melimpah.
Komitmen Anggaran untuk Ketahanan Pangan
Bupati Fauzi menjelaskan bahwa dukungan finansial yang besar merupakan kunci utama untuk menggerakkan inovasi di lapangan. Alokasi anggaran tersebut diarahkan pada penyediaan sarana prasarana (sarpras) yang menyentuh langsung kebutuhan petani dan peternak.
“Kami memang terus berkomitmen untuk mengatasi ketahanan pangan, baik dari sektor pertanian maupun peternakan,” ujar Bupati Fauzi, Senin (3/2/2025).
Dorong Modernisasi dan Peran Penyuluh
Salah satu pilar dalam transformasi pertanian di Sumenep adalah pemanfaatan teknologi. Bupati Fauzi mendorong para penyuluh pertanian untuk menjadi garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat tani agar beralih dari pola tradisional ke metode modern yang lebih efektif dan efisien.
Selain pertanian daratan, sektor perikanan yang menjadi andalan wilayah kepulauan juga tidak luput dari perhatian. “Sektor perikanan juga terus diberikan perhatian berupa sarpras dan alat penunjang lainnya,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep tersebut.
Membuka Akses Pasar dan Kesejahteraan Warga
Ketahanan pangan tidak hanya berhenti pada proses produksi. Bupati Fauzi meminta sinergi dari semua pihak untuk memperluas akses pasar hasil bumi Sumenep. Hilirisasi dan konektivitas pemasaran menjadi fokus agar harga di tingkat petani tetap stabil dan menguntungkan.
“Kami memastikan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, berbagai inovasi akan terus didorong untuk mewujudkan kemandirian pangan yang berkelanjutan, dengan mengoptimalkan kekayaan alam dan memanfaatkan teknologi,” tandasnya.




.gif)






