Era Baru Pertanian Madura: Bupati Fauzi dan Kepala DKPP Sumenep Uji Coba Drone Pupuk di Sawah

oleh -254 Dilihat
Bupati Achmad Fauzi dan Kepala DKPP Sumenep gunakan Drone Sprayer untuk pemupukan padi. Solusi efisiensi waktu dan peningkatan hasil panen petani.[dok.Maduratani.com]

 


Maduratani.com– Pemandangan berbeda terlihat di lahan persawahan Kabupaten Sumenep baru-baru ini. Bukan lagi cara manual, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Chainur Rasyid mulai mempraktikkan penggunaan teknologi drone sprayer untuk pemupukan dan perawatan tanaman padi.

Langkah ini menandai transformasi besar sektor pertanian Sumenep menuju era digitalisasi atau Pertanian 4.0, demi mengejar target efisiensi dan swasembada pangan nasional.

 




Efisiensi Tinggi: Pupuk Merata dalam Hitungan Menit

Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo menyatakan bahwa penggunaan drone bukan sekadar gaya-gayaan, melainkan solusi atas mahalnya biaya tenaga kerja dan lamanya waktu pemupukan manual.

“Dengan drone, penyemprotan pupuk cair maupun nutrisi tanaman bisa dilakukan jauh lebih cepat dan merata. Jika biasanya satu hektar butuh waktu berjam-jam, dengan teknologi ini cukup hitungan menit,” ujar Bupati Fauzi di sela-sela peninjauan lahan.

Menurutnya, teknologi ini sangat krusial untuk menarik minat generasi muda (petani milenial) agar mau kembali melirik sektor pertanian sebagai bisnis yang modern dan menjanjikan.


 

Spesifikasi dan Fungsi Drone Sprayer

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, menjelaskan secara teknis bahwa unit drone yang diterjunkan memiliki fungsi ganda. Selain untuk pemupukan cair, alat ini juga efektif untuk penyemprotan:

  • Insektisida (pembasmi hama)

  • Fungisida (anti jamur)

  • Zat Pengatur Tumbuh (Hormon ZPT)

  • Nutrisi tanaman tambahan

“Kami ingin petani kita mulai terbiasa dengan efisiensi. Drone ini mampu menjangkau titik-titik tengah sawah yang sulit dijangkau manual, tanpa merusak rumpun padi karena tidak ada injakan kaki petani di area tanam,” jelas Chainur Rasyid.

Dukungan Terhadap Swasembada Pangan

Modernisasi lewat drone ini menjadi bagian dari strategi besar Pemkab Sumenep untuk mencapai target produksi 6,5 ton per hektar. Dengan pemupukan yang lebih presisi, diharapkan pertumbuhan bulir padi lebih maksimal dan meminimalisir pemborosan pupuk.

Pihak DKPP berharap kelompok tani (Poktan) di Sumenep mulai mempelajari manajemen teknologi ini. Pemerintah pun berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan agar penggunaan alat canggih ini bisa merata di seluruh kecamatan.

“Ini adalah bukti bahwa Sumenep siap menjadi lumbung pangan modern di Jawa Timur. Kita gabungkan kekayaan alam dengan kecanggihan teknologi,” pungkas Bupati Fauzi.


Editor: Redaksi Maduraexpose.com Kategori: Agrobisnis / Teknologi Pertanian


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.