Ubah Lahan Tidur Jadi ‘Lumbung Uang’, DKPP Sumenep Ajak Petani Maksimalkan Irigasi Perpompaan

oleh -93 Dilihat
Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid ajak petani berinovasi manfaatkan lahan tidur lewat irigasi perpompaan untuk tingkatkan produksi padi dan kesejahteraan.

 


Maduratani.com– Tantangan ketersediaan lahan pertanian bukan lagi menjadi penghalang bagi petani di Kabupaten Sumenep untuk mendulang keuntungan. Pemerintah melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep kini mendorong para petani untuk lebih inovatif dalam memanfaatkan lahan tidur agar kembali produktif dan menghasilkan dampak ekonomi yang nyata.

Salah satu inovasi yang terbukti manjur adalah penggunaan sistem Irigasi Perpompaan. Inovasi ini menjadi kunci untuk menghidupkan kembali lahan-lahan yang selama ini terbengkalai atau tidak produktif karena kendala air.

 




Lahan Tak Produktif Jadi Peluang Ekonomi

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, menekankan bahwa pemanfaatan lahan tidur melalui sistem perpompaan adalah solusi cerdas bagi petani untuk meningkatkan pendapatan mereka.

“Dengan adanya irigasi perpompaan, lahan yang sebelumnya tidak produktif kini menjadi peluang ekonomi baru bagi para petani, khususnya untuk tanaman padi,” ungkap Chainur Rasyid di sela-sela Gerakan Tanam Padi pada lahan tumpangsari di Desa Kerta Timur, beberapa waktu lalu.

Ia mencontohkan keberhasilan di Kelompok Tani (Poktan) Kertorajo, di mana petani mampu melakukan inovasi tumpangsari antara tanaman padi dengan pohon mente. Pola tanam kreatif ini membuktikan bahwa keterbatasan lahan bisa diakali dengan manajemen pengairan yang tepat.


 

Strategi Menuju Swasembada Pangan 2026

Chainur Rasyid optimistis, jika seluruh petani di Sumenep serentak menerapkan inovasi pemanfaatan lahan tidur ini, Sumenep akan memberikan sumbangsih besar bagi swasembada pangan berkelanjutan tahun 2026.

Inovasi ini memberikan dua keuntungan sekaligus bagi petani:

  1. Menambah Luas Baku Sawah: Lahan yang tadinya semak belukar kini berubah menjadi hamparan padi.

  2. Meningkatkan Indeks Pertanaman: Petani yang biasanya hanya panen sekali setahun, kini berpotensi panen dua hingga tiga kali berkat dukungan irigasi yang stabil.

“Program optimalisasi lahan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan produksi beras. Ini adalah langkah nyata kita untuk memperkuat ketahanan pangan berkelanjutan,” terangnya.

Ajakan Untuk Petani Sumenep

Pemerintah berharap para kelompok tani tidak ragu untuk mengadopsi teknologi pertanian dan sistem irigasi modern. Dengan kemauan untuk berinovasi, sektor pertanian di Sumenep tidak hanya akan mencukupi kebutuhan makan warga, tetapi juga menjadi sektor bisnis yang menjanjikan bagi kesejahteraan petani lokal.

“Inovasi adalah kunci. Jangan biarkan ada lahan yang menganggur, karena di setiap jengkal tanah ada potensi ekonomi yang besar jika dikelola dengan cara-cara baru,” pungkasnya.


Editor: Redaksi Maduraexpose.com


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.