Mesin Hand Traktor Disperta KP Sampang Hilang di Halaman Kantor, Polisi Buru Pelaku

oleh -305 Dilihat
Ilustrasi bantuan unit mesin hand traktor/Ist.

 


MADURATANI.COM – Kasus pencurian aset negara kembali menghebohkan publik di Kabupaten Sampang, Madura. Satu unit mesin hand traktor milik Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Kabupaten Sampang dilaporkan hilang misterius dari area halaman kantor dinas tersebut.

Aset yang raib merupakan komponen vital pertanian, yakni mesin traktor roda dua merek Quick G 3000 Zeva dengan motor penggerak Kubota RD 85 DI-2S. Hingga saat ini, pihak kepolisian terus melakukan pengejaran terhadap pelaku yang nekat beraksi di area perkantoran pemerintah.

 




Kronologi Kejadian di Halaman Belakang Kantor

Peristiwa hilangnya aset daerah ini pertama kali terdeteksi pada Sabtu, 28 Desember 2025, sekitar pukul 07.36 WIB. Lokasi pencurian berada di halaman belakang kantor Disperta KP Sampang yang seharusnya dalam pengawasan petugas jaga.

Plh Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, mengungkapkan bahwa hilangnya mesin traktor tersebut diketahui saat penjaga kantor melakukan pengecekan inventaris secara rutin.

“Ketika petugas jaga melakukan pengecekan, mesin traktor yang sebelumnya terpasang pada rangka roda sudah tidak ada di tempatnya. Hanya tersisa rangka traktornya saja,” ujar AKP Eko saat dikonfirmasi, Rabu (7/1/2026).


 

Polres Sampang Lakukan Penyelidikan Intensif

Menyadari aset negara telah dicuri, petugas jaga segera melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Bidang terkait di Disperta KP, yang kemudian berlanjut pada laporan resmi ke pihak berwajib.

Laporan resmi diterima oleh Polres Sampang pada 29 Desember 2025. Saat ini, Satreskrim Polres Sampang telah mengambil alih penanganan kasus tersebut untuk melakukan pendalaman lebih lanjut.

Data Aset yang Hilang:

  • Merek: Quick G 3000 Zeva

  • Motor Penggerak: Kubota RD 85 DI-2S

  • Nomor Rangka: A25 08683

  • Nomor Mesin: ASS 0082

Olah TKP dan Pemeriksaan Saksi

Pihak kepolisian saat ini tengah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi dan mencari bukti-bukti pendukung di lokasi kejadian (TKP). AKP Eko menegaskan bahwa tim penyidik sedang bekerja keras untuk mengungkap identitas pelaku di balik pencurian aset daerah ini.

“Kasus ini masih terus kami selidiki secara mendalam. Kami mengumpulkan bukti-bukti di lapangan untuk segera mengungkap siapa pelakunya,” pungkasnya.

Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi instansi pemerintah di lingkungan Pemkab Sampang untuk memperketat sistem pengamanan aset, terutama barang-barang inventaris yang ditempatkan di area terbuka.


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.