Kejar Target, DKPP Pamekasan Pacu Realisasi Lahan 29.896 Hektare Tanam Padi

oleh -430 Dilihat
Ist. Aktivitas petani sedang tanam padi.

 


Maduratani.com – Pemerintah Kabupaten Pamekasan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) terus melakukan akselerasi guna mengamankan target tanam padi tahun 2025. Langkah ini diambil sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah dinamika iklim yang menantang.

Berdasarkan data terbaru, capaian luas tanam hingga pengujung tahun tercatat telah mencapai 24.314 hektare. Meski menunjukkan tren positif, angka tersebut masih berada di bawah target total yang dipatok sebesar 29.896 hektare.

 




Sisa 5.582 Hektare Jadi Fokus Percepatan

Kepala Bidang Produksi Pertanian DKPP Pamekasan, Andi Ali Syahbana, mengungkapkan bahwa pemerintah daerah tengah bekerja keras menutup selisih luas tanam yang ada.

“Masih tersisa 5.582 hektare untuk memenuhi target tanam yang ditetapkan berdasarkan realisasi tahun sebelumnya,” jelas Andi saat memberikan keterangan pers.

Andi menekankan bahwa percepatan ini didorong oleh intervensi bantuan bibit padi dari pemerintah pusat. Luas lahan sekitar 9.000 hektare di 13 kecamatan tercatat telah menerima bantuan benih unggul tersebut.


 

“Bantuan ini merupakan hasil usulan strategis kami melalui Kementerian Pertanian untuk mendukung percepatan tanam secara nasional, bukan murni dari anggaran kabupaten,” tambahnya.

Dorongan Pertanian Berbasis Teknologi

Di sisi lain, legislatif turut menyoroti pentingnya efektivitas pendampingan di tingkat tapak. Sekretaris Komisi II DPRD Pamekasan, Moh. Faridi, mendesak DKPP agar tidak hanya fokus pada luasan lahan, tetapi juga kualitas proses tanam.

Faridi menekankan bahwa kunci keberhasilan swasembada pangan di Pamekasan terletak pada modernisasi pertanian.

“Pendampingan intensif dan penerapan pertanian modern berbasis teknologi menjadi langkah strategis. Kita harus mulai mendorong petani menggunakan alat mesin pertanian (Alsintan) dan teknologi tepat guna untuk meningkatkan produktivitas secara signifikan,” tegas Faridi.

Ia berharap sinergi antara bantuan bibit dan teknologi dapat memastikan sisa target lahan seluas 5.582 hektare tersebut dapat segera tergarap secara optimal di awal masa tanam berikutnya.


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.