Melejitkan Potensi Pisang Maddu: Strategi DKPP Sumenep Perkuat Hortikultura Lewat Santri dan Teknologi

oleh -253 Dilihat
Momen menarik Ketua DPR RI Puan Maharani belanja pisang saat berknjung ke Pulau Oksigen Giliiyang Sumenep pada pulau oksigen, Kamis 03 Maret 2022 . [dok/Ist@Maduratani]

 


Maduratani.com – Kabupaten Sumenep terus memantapkan posisinya sebagai sentra hortikultura unggulan di Jawa Timur. Kali ini, fokus pengembangan diarahkan pada sektor pertanian pisang yang mengombinasikan pelestarian varietas lokal Pisang Raja Batu Putih (Pisang Maddu) dengan modernisasi budidaya Pisang Cavendish berbasis kultur jaringan.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep menilai, potensi lahan yang luas dan keterlibatan generasi muda, termasuk kalangan santri, menjadi modal utama untuk menjadikan pisang sebagai komoditas ekonomi kreatif yang bernilai tinggi.

 




Pisang Maddu: Ikon Lokal yang Mendunia dari Batu Putih

Komoditas andalan yang menjadi perhatian serius adalah Pisang Raja Batu Putih, atau yang akrab disebut Pisang Maddu. Terpusat di Desa Gedang-Gedang, Kecamatan Batu Putih, varietas ini telah resmi diakui sebagai varietas unggulan lokal Sumenep.

Untuk menjaga keberlangsungan dan orisinalitasnya, DKPP Sumenep telah mendaftarkan varietas ini ke Kementerian Pertanian RI guna mendapatkan perlindungan hukum dan hak paten komoditas khas daerah.

Modernisasi Cavendish dan Peran Santri Milenial

Selain menjaga varietas lokal, DKPP Sumenep juga melakukan ekspansi budidaya Pisang Cavendish. Melalui metode kultur jaringan, bibit yang dihasilkan memiliki kualitas seragam dan bebas penyakit.


 

Uniknya, pengembangan Cavendish ini menyasar pelatihan petani muda dan para santri, salah satunya di Kecamatan Ganding. Para santri didorong untuk menguasai teknik budidaya modern sekaligus strategi pemasaran digital (digital marketing).

“Kita ingin pisang Sumenep tidak hanya unggul di lahan, tapi juga menguasai pasar digital. Pelibatan santri dan pemuda milenial adalah kunci keberlanjutan ekonomi kreatif sektor pertanian kita,” jelas perwakilan DKPP Sumenep dalam agenda identifikasi perluasan lahan.

Optimasi Lahan dan Teknologi Tepat Guna

Sebagai langkah strategis, DKPP aktif melakukan identifikasi area tanam baru di berbagai kecamatan. Penggunaan teknologi tepat guna terus disosialisasikan untuk meningkatkan produktivitas per hektar, sehingga Sumenep siap memenuhi permintaan pasar hortikultura yang terus meningkat.

Referensi Maduratani.com:

  1. Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) Kementan: Terkait pendaftaran varietas lokal unggulan Sumenep.

  2. Laporan Kinerja DKPP Sumenep 2024/2025: Mengenai program pemberdayaan santri tani dan budidaya hortikultura.

  3. BPS Kabupaten Sumenep: Data produksi buah-buahan tahunan khususnya komoditas pisang di Kecamatan Batu Putih dan Ganding.


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.