Keunggulan Daging Sapi Madura: Karakter Khas dan Kualitas Karkas Tinggi yang Jadi Primadona Nasional

oleh -414 Dilihat
Pemuatan ratusan ekor sapi Madura ke atas kapal di Pelabuhan Telaga Biru Bangkalan untuk pengiriman ke luar pulau.
Daging sapi Madura memiliki karakter warna merah cerah, serat halus, rendah lemak, dan persentase karkas hingga 48-60 persen, menjadikannya salah satu daging terbaik di Indonesia setelah sapi Bali.

 


Editor: Ferry Arbania

Maduratani.com – Daging sapi Madura terus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu komoditas ternak unggulan di Indonesia. Dikenal dengan warna merah cerah, tekstur yang empuk, serta serat halus, daging sapi khas Pulau Garam ini memiliki keistimewaan berupa kandungan lemak yang rendah. Karakteristik tersebut menciptakan sensasi rasa gurih unik yang selalu dicari oleh konsumen di berbagai daerah.

 




Kualitas Karkas Bersaing di Level Nasional

Dalam industri peternakan tanah air, kualitas daging sapi Madura dinilai sangat kompetitif, di mana posisinya secara kualitas tepat berada di bawah sapi Bali. Salah satu indikator keunggulannya terletak pada persentase karkas yang mencapai rata-rata 48 persen dari berat badan keseluruhan. Angka ini mencakup berat total daging tanpa kepala, kaki, jeroan, dan kulit.

Sebagai perbandingan, persentase karkas sapi Madura melampaui rata-rata sapi lain di Pulau Jawa yang biasanya hanya berada di angka 45 persen. Bahkan, pada kondisi ternak dengan penggemukan maksimal, persentase karkas sapi Madura dilaporkan mampu menyentuh angka 60 persen. Hal ini menjadikan sapi Madura lebih menguntungkan bagi pedagang karena menghasilkan volume daging murni yang lebih banyak dan kondisi daging yang lebih kesat.

Permintaan Tinggi dari Perantau dan Luar Daerah

Daging Sapi Madura jadi primadona di Pasar Tradisional Sumenep. Ist.

Daya tarik daging sapi Madura terbukti mampu menggerakkan ekonomi lintas pulau. Menjelang momen Lebaran Kurban, warga perantauan asal Madura di Kalimantan Selatan rela mengalokasikan dana hingga miliaran rupiah untuk mendatangkan ratusan ekor sapi dari Pelabuhan Telaga Biru, Tanjung Bumi, Bangkalan.


 

Tidak hanya diminati oleh para perantau di Banjarmasin, sapi-sapi dari Bangkalan juga menjadi target utama pedagang dari berbagai kota besar di Pulau Jawa, seperti Tasikmalaya, Boyolali, Tangerang, hingga Karawang. Para pedagang ini biasanya mulai mendatangkan pasokan sejak dua bulan sebelum hari raya atau tepat setelah Idulfitri untuk memastikan ketersediaan stok.

Nilai Ekonomi dan Persaingan Pasar

Penjual daging sapi Madura di Pasar Tradisional Sumenep/Ist.

Di tingkat peternak lokal, seperti di wilayah Kecamatan Labang, Bangkalan, budidaya khusus sapi Madura kini menjadi fokus utama karena daya serap pasar yang sangat tinggi. Harga jual sapi di tingkat kandang saat ini bervariasi, mulai dari kisaran Rp16 juta hingga Rp25 juta per ekor, tergantung pada bobot dan kualitas fisik ternak.

Tingginya permintaan di luar daerah, khususnya di Kalimantan Selatan yang kebutuhannya mencapai ribuan ekor, sempat membuat persediaan sapi Madura menipis di pasaran. Meskipun persaingan dari jenis sapi luar Madura mulai bermunculan, keunggulan pada bagian spesifik seperti tekstur kikil atau kokot yang padat dan gurih tetap menjadikan sapi Madura sebagai pilihan utama yang paling cepat laku di pasaran.

Dengan kombinasi antara kualitas daging yang rendah lemak dan efisiensi karkas yang tinggi, sapi Madura tidak hanya menjadi simbol identitas daerah, tetapi juga pilar penting dalam menjaga stabilitas pasokan protein hewani berkualitas di tingkat nasional.

[Tim/Trb/Red]


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.