Lampaui Ekspektasi Pusat, Produksi Padi Tembus 211 Ribu Ton GKG di Lahan 37 Ribu Hektar

oleh -351 Dilihat
Kepala DKPP Sumenep H. Chainur Rasyid bersama Bupati disela mengikuti Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan bersama Presiden Prabowo Subianto via daring, Rabu 7 Januari 2026. [dok.Maduratani.com]

 


Maduratani.com– Kabupaten Sumenep resmi menasbihkan diri sebagai raksasa baru lumbung pangan Jawa Timur. Di bawah komando Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), realisasi sektor tanaman pangan tahun 2025 melonjak drastis dengan angka produksi yang meledak di luar ekspektasi pemerintah pusat.

Penting diketahui, LTP (Luas Tambah Panen) lahan pertanian di Sumenep merujuk pada target pemerintah pusat, peningkatan area tanam dan panen padi, DKPP (Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian) Kabupaten Sumenep target swasembada pangan 25.000 hektare pada tahun 2025 .

 




Berdasarkan data terbaru, performa pertanian di Bumi Sumekar mencatatkan angka pertumbuhan yang masif, baik dari sisi perluasan lahan maupun efisiensi hasil per hektar.

Realisasi Fantastis: Produksi Tembus 211.592 Ton GKG

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, mengungkapkan bahwa progres di lapangan bergerak jauh lebih cepat dari rencana strategis awal. Transformasi lahan pertanian di Sumenep menunjukkan tren yang sangat agresif dengan capaian angka yang presisi.

“Tahun 2025 ini, luas panen padi kita telah mencapai 37 ribu Hektar. Dengan tingkat produktivitas (provitas) yang mencapai 5,92 ton per hektar, maka total produksi padi yang dihasilkan Sumenep menyentuh angka 211.592,63 ton Gabah Kering Giling (GKG),” tegas pria yang akrab disapa Inung ini kepada Maduratani.com, Rabu (7/1/2026).


 

Angka ini merupakan lompatan besar yang melampaui target swasembada yang dipatok sebelumnya, sekaligus mengukuhkan posisi Sumenep sebagai penyangga kedaulatan pangan nasional.

Inung menegaskan bahwa capaian extraordinary ini bukan kerja tunggal. Ada orkestrasi besar yang melibatkan lintas sektor, mulai dari instruksi taktis Bupati hingga pendampingan di pematang sawah oleh para penyuluh lapangan.

“Sukses ini berkat arahan Pak Bupati (Achmad Fauzi Wongsojudo) dan kerja keras seluruh penyuluh serta semua pihak terkait, termasuk sinergi dengan Koramil dan Polsek dalam sosialisasi intensif ke tingkat petani,” tambahnya.

Strategi 2026: Mengunci Status Lumbung Pangan Jatim

Dengan capaian produksi yang melampaui 211 ribu ton GKG, DKPP kini fokus pada keberlanjutan. Strategi optimalisasi lahan marginal seluas 131.308 hektar terus digenjot dengan melibatkan petani milenial.

Kesuksesan ini juga didukung oleh program diversifikasi pangan, seperti panen jagung hibrida di Desa Ellak Daya yang mampu menghasilkan 16 ton dari lahan 2 hektar. Tren positif ini membuktikan bahwa sinergi antara teknologi tanam, bantuan stimulan, dan pengawasan ketat mampu mengubah potensi lahan menjadi mesin produksi pangan yang andal.


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.