Berlatar Hamparan Sawah Desa Poreh, Bupati Fauzi Respon Deklarasi Swasembada Pangan Presiden Prabowo

oleh -368 Dilihat

 


SUMENEP – Suasana di hamparan sawah Desa Poreh, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep tampak berbeda pada Rabu (7/1/2026). Di tengah hembusan angin sawah yang hijau, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memilih lokasi terbuka ini sebagai titik koordinasi untuk menyimak langsung Deklarasi Swasembada Pangan oleh Presiden Prabowo Subianto melalui Zoom Meeting.

Langkah ini dianggap ikonik, karena Bupati Fauzi tidak hanya menyimak pidato presiden dari balik meja kantor, melainkan langsung dari jantung produksi pangan masyarakat Sumenep.

 




Blangkon Sumenep dan Semangat ‘Turun ke Lumpur’

Mengenakan kemeja putih paduan celana hitam, Bupati Fauzi tetap tampil dengan identitas kulturalnya: Blangkon khas Sumenep. Penampilan ini menjadi simbol bahwa modernisasi pertanian yang digaungkan pusat tidak boleh mencabut akar budaya dan kearifan lokal petani Madura.

Didampingi Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid, jajaran pejabat OPD, serta Forpimka Lenteng, Bupati menyaksikan momen bersejarah saat Presiden Prabowo mencicipi buah lokal di Karawang. Dari Desa Poreh, Bupati Fauzi mengirimkan sinyal kuat bahwa Sumenep siap menjadi penyokong utama kedaulatan pangan nasional.

Instruksi dari Tengah Sawah: Pelayanan Tanpa Sekat

Di hadapan para penyuluh dan jajaran Forpimka yang berkumpul di lokasi, Bupati Fauzi memberikan instruksi tegas. Ia menginginkan agar birokrasi tidak menjadi penghambat kemajuan petani.


 

“Sengaja kita berkumpul di Desa Poreh ini, langsung di sawah petani, agar kita semua ingat siapa yang kita layani. Saya mengajak seluruh jajaran Forpimka untuk menjalankan program unggulan Presiden Prabowo ini dengan memberikan pelayanan terbaik. Jangan ada petani yang kesulitan mengakses bantuan atau pendampingan,” tegas Bupati Fauzi.

Menurutnya, deklarasi swasembada karbohidrat (beras) yang disampaikan presiden harus dijawab dengan optimalisasi lahan kering dan sawah di Sumenep agar target Stop Impor Beras 2025 tercapai.


Lenteng Sebagai Salah Satu Lumbung Pangan

Pemilihan Kecamatan Lenteng sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Wilayah ini merupakan salah satu lumbung pangan potensial di Kabupaten Sumenep. Dengan pengawalan ketat dari para penyuluh pertanian, Desa Poreh diproyeksikan menjadi model integrasi pertanian yang efisien.

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan skema pendampingan sistematis agar setiap jengkal tanah di Sumenep, baik lahan kering maupun sawah irigasi, dapat berproduksi maksimal sesuai visi Presiden.

Kesimpulan: Sinergi dari Tapak Desa Kehadiran Bupati Fauzi di Desa Poreh menunjukkan bahwa Sumenep tidak sekadar menjadi pendengar pasif atas instruksi pusat. Dengan terjun langsung ke lapangan, pemerintah daerah memastikan bahwa semangat swasembada pangan benar-benar sampai ke tangan para petani yang berlumpur, bukan hanya berhenti di podium pidato.


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.