Wisata Tani Ganding: Pionir Pusat Pelatihan Hortikultura dan Ketahanan Pangan di Sumenep

oleh -309 Dilihat
Menilik Wisata Tani di Kecamatan Ganding, Sumenep. Fokus pada tata kelola lahan intensif, produksi pepaya dan cabai, serta sinergi TNI-DKPP dalam ketahanan pangan.

 


SUMENEP – Kabupaten Sumenep terus memperluas cakrawala sektor pertaniannya. Tidak hanya fokus pada produksi lahan, kini hadir Wisata Tani yang berlokasi di Kecamatan Ganding Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Destinasi ini diproyeksikan menjadi pusat pembelajaran tata kelola penanaman yang tepat bagi masyarakat, sekaligus menjadi simbol kemandirian pangan di Bumi Sumekar.

 




Dirintis sejak tahun 2020, Wisata Tani di Kecamatan Ganding ini menjadi terobosan baru di bidang pertanian. Pengembangan kawasan ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep melalui pelatihan intensif bagi tenaga pengelola terkait teknik budidaya yang efisien dan modern.

Sinergi Strategis TNI AD dan Pemerintah Daerah

Potensi besar kawasan ini menarik perhatian jajaran TNI AD. Komandan Korem (Danrem) 084/Bhaskara Jaya, Brigjen TNI Terry Tresna Purnama, melakukan peninjauan langsung ke lokasi didampingi oleh Dandim 0827/Sumenep, yang saat itu dijabat oleh Letkol Czi Donny Pramudya Mahardi.

Dandim 0827/Sumenep menjelaskan bahwa topografi Sumenep yang bervariasi—mulai dari dataran rendah hingga perbukitan—merupakan modal utama bagi diversifikasi tanaman. “Kondisi ini memungkinkan kita mengembangkan potensi pertanian yang sangat beragam, mulai dari padi, jagung, pepaya, hingga cabai dan tembakau,” ungkapnya.


 

Target Produksi dan Pemanfaatan Lahan Optimal

Wisata Tani ini juga menjadi bagian dari upaya pencapaian target produksi hortikultura daerah. Pada tahun 2022-2025, Sumenep menargetkan produksi pepaya dan cabai yang signifikan, yakni sebesar 73.495 ton dari total luas tanam mencapai 16.704 hektare.

Untuk mencapai angka tersebut, Wisata Tani Ganding mengadopsi standar teknis budidaya yang ketat:

  • Optimalisasi Lahan: Memanfaatkan setiap jengkal lahan tidur, termasuk koordinasi pemanfaatan lahan Perhutani.

  • Teknologi Budidaya: Penerapan benih unggul, penggunaan pupuk berimbang, serta sistem pengendalian hama yang terpadu.

  • Mitigasi Iklim: Penyesuaian pola tanam untuk menghadapi risiko banjir atau kekeringan akibat perubahan iklim global.

Pesan Ketahanan Pangan Nasional

Dalam kunjungannya, Danrem 084/BJ Brigjen TNI Terry Tresna Purnama mengapresiasi langkah inovatif Desa Gadu Barat. Ia berpesan agar program ketahanan pangan dari Pemerintah Pusat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

“Apabila ada lahan tidur, segera manfaatkan. Ajak warga untuk mengubahnya menjadi lahan hidup yang produktif,” tegas Danrem. Sebagai bentuk nyata dukungan, dilakukan penanaman bibit pepaya dan cabai di lokasi Wisata Tani sebagai tanda dimulainya gerakan penguatan pangan berbasis komunitas di wilayah tersebut.

[tim/red]


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.