Maduratani.com – Memasuki awal tahun 2026, hamparan lahan pertanian di Desa Dasuk, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, mulai menampakkan hasil gemilang. Para petani setempat secara serentak memulai panen raya jagung, komoditas yang dijuluki sebagai “Emas Hijau” karena perannya yang sangat vital bagi stabilitas ekonomi dan pangan di Pulau Madura.
Kegiatan panen yang berlangsung pada Minggu (11/1/2026) ini menjadi sinyal positif bagi ketahanan pangan daerah, mengingat jagung merupakan salah satu pilar utama sektor agraris di Kabupaten Sumenep.
Produktivitas Tinggi di Tengah Lahan Kering
Kecamatan Dasuk dikenal sebagai salah satu sentra penghasil jagung yang tangguh. Meskipun didominasi oleh lahan kering, penggunaan varietas unggul dan pola tanam yang tepat memungkinkan para petani meraih hasil maksimal. Panen kali ini diprediksi akan menyumbang angka signifikan bagi ketersediaan stok pangan regional Jatim.
“Hasil panen awal tahun ini menjadi momentum penting untuk menjaga kesejahteraan petani. Kami fokus pada percepatan proses panen agar kualitas jagung tetap terjaga dan siap diserap pasar,” ujar salah satu petani di Desa Dasuk.
Dalam pelaksanaannya, proses panen raya ini turut mendapat pendampingan dari personel Babinsa Koramil 0827/12 Dasuk, Sertu Feri. Kehadiran aparat di lapangan bertujuan untuk membantu teknis pemanenan agar berjalan lebih cepat dan efisien, sehingga risiko kehilangan hasil (post-harvest losses) dapat diminimalisir.
Jagung Sumenep: Penyangga Industri Pakan dan Pangan
Berdasarkan data pertanian, Sumenep memiliki peran strategis dalam peta agribisnis Jawa Timur. Ada beberapa alasan mengapa panen raya di Dasuk ini sangat diperhatikan:
-
Suplai Industri: Jagung Sumenep menjadi bahan baku utama bagi industri pakan ternak di wilayah Jawa Timur daratan karena kualitas pipilannya yang baik.
-
Kemandirian Pangan: Selain untuk industri, jagung merupakan bahan pangan pokok alternatif bagi masyarakat Madura yang kaya akan serat dan nutrisi.
-
Ekonomi Desa: Panen raya ini secara otomatis menggerakkan roda ekonomi di pedesaan, mulai dari serapan tenaga kerja harian hingga aktivitas transaksi di pasar-pasar tradisional.
Harapan Keberlanjutan Swasembada
Sertu Feri, yang mendampingi petani di lokasi, menegaskan bahwa dukungan terhadap sektor pertanian harus dilakukan secara kontinu. “Kami hadir untuk memastikan petani merasa terbantu dan termotivasi. Jika pertanian kuat, maka pertahanan pangan wilayah juga akan kokoh,” ungkapnya.
Melalui sinergi antara petani, pemerintah, dan pendamping lapangan, panen raya jagung di Dasuk tahun 2026 ini diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat tani serta memperkuat posisi Sumenep sebagai salah satu lumbung pangan andalan di ujung timur Madura. [Tim/Red]




.gif)






