Selaras Visi Prabowo, Bupati Sumenep Tegaskan Swasembada Pangan adalah Harga Diri Bangsa

oleh -284 Dilihat
Bupati Sumenep Swasembada Pangan Prabowo Subianto
Maduratani Award 2026

 


SUMENEP, Maduratani.com – Gema kedaulatan pangan nasional dari Istana Negara meresap kuat hingga ke selasar Pendopo Agung Keraton Sumenep. Dalam ajang bergengsi Maduratani Award 2026, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan komitmennya untuk menjadikan Kabupaten Sumenep sebagai tulang punggung swasembada pangan di Jawa Timur, Jum’at  (6/2/2026).

 




Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda Sumenep, perwakilan Kejaksaan Negeri, Polres Sumenep, Dandim 0827, serta Kepala Dinas Pertanian dari empat kabupaten se-Madura. Tak ketinggalan, puluhan Ketua Kelompok Tani (Poktan) turut menjadi saksi momentum penguatan sektor agraris tersebut.

Sinkronisasi dengan Asta Cita Presiden Prabowo

Dalam sambutannya, Bupati Fauzi menekankan bahwa ambisi Sumenep dalam sektor pangan bukan sekadar program daerah, melainkan manifestasi dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo telah mencanangkan swasembada pangan sebagai pilar utama dalam kurun waktu empat tahun masa kepemimpinannya.

“Swasembada pangan adalah instrumen kemandirian bangsa. Di Sumenep, kita tidak hanya berbicara tentang luas sawah, tetapi tentang bagaimana teknologi pertanian mampu mengonversi keterbatasan menjadi kelimpahan. Ini adalah sumbangsih nyata kita untuk visi besar Bapak Presiden,” tegas Bupati Fauzi di hadapan undangan.


 

Sumenep sendiri tercatat memiliki rapor hijau dalam produksi padi dan jagung nasional. Dengan integrasi teknologi modern, Sumenep terus mempersempit celah ketergantungan pangan, sejalan dengan peta jalan ketahanan pangan nasional yang menitikberatkan pada intensifikasi lahan.

Apresiasi Khusus untuk Ferry Arbania

Ada momen menarik saat Bupati secara terbuka memberikan apresiasi kepada Pimpinan Redaksi Maduratani.com, Ferry Arbania. Bupati menyebut sosok Ferry sebagai katalisator intelektual yang konsisten mengawal isu-isu agraris dari balik layar.

“Mas Ferry Arbania bukan sekadar praktisi media, beliau adalah mitra strategis yang tak lelah menyuplai ide-ide besar. Selama masa kepemimpinan saya, beliau konsisten bergerak dalam senyap, menjadi penyambung lidah petani sekaligus arsitek pemikiran dalam menyukseskan program swasembada pangan di kabupaten ini,” puji Bupati Fauzi yang disambut riuh tepuk tangan hadirin.

Sinergitas Tanpa Batas se-Madura

Menyadari bahwa kedaulatan pangan tidak bisa dibangun secara soliter, Bupati juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh Kepala Dinas Pertanian se-Madura yang hadir. Menurutnya, Madura harus memiliki ekosistem pangan yang terkoneksi antar-wilayah.

“Terima kasih atas kehadiran rekan-rekan Kepala Dinas Pertanian dari Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan. Sinergitas ini harus terus kita rawat. Madura harus menjadi satu kekuatan pangan yang solid guna mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan,” tambahnya.

Kegiatan Maduratani Award ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum (Forkopimda), media, dan para pejuang lapangan (Kelompok Tani) adalah kunci utama dalam mewujudkan kedaulatan pangan yang Lugas, Akurat, dan Membumi. [ima/putri]


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.