Sakti! Rahasia “Panen Melimpah” Poktan Al Hidayah: Pertiwi 1 vs Pertiwi 5, Siapa Juara?

oleh -114 Dilihat

 


Gadu Timur – Siapa bilang bertani jagung itu soal keberuntungan? Di lahan Kelompok Tani (Poktan) Al Hidayah, Desa Gadu Timur, hari Rabu (29/01/2025) kemarin menjadi bukti nyata bahwa pertanian adalah soal presisi.

Melalui kegiatan ubinan yang dilakukan bersama, para petani membongkar rahasia di balik angka-angka fantastis. Dengan sentuhan Pembenah Tanah M21, dua varietas unggulan, Pertiwi 1 dan Pertiwi 5, adu performa di lapangan. Hasilnya? Sangat menjanjikan!

 




Duel Data: Strategi Jarak Tanam Jadi Kunci

Bukan sekadar menanam, pemilihan jarak tanam ternyata menjadi penentu “pundi-pundi” tonase saat panen. Berikut adalah bedah hasil ubinannya:

Fitur Perbandingan Jagung Pertiwi 1 Jagung Pertiwi 5
Kepadatan Populasi 31 Tanaman (Rapat: 30×50 cm) 20 Tanaman (Longgar: 30×80 cm)
Hasil Pipil Basah 6,8 kg (dari 9,2 kg tongkol) 4,9 kg (dari 6,6 kg tongkol)
Estimasi Hasil 10,88 Ton/Ha 🔥 7,8 Ton/Ha
Umur Panen 104 Hari 104 Hari
Kadar Air 33% 33%

M21: “Booster” Kesuburan dari Dalam Tanah

Keberhasilan kedua varietas ini tidak lepas dari aplikasi Pembenah Tanah M21. Produk ini bekerja memperbaiki struktur tanah yang jenuh, sehingga akar tanaman lebih maksimal menyerap nutrisi. Hasilnya terlihat pada bobot tongkol yang mantap dan daya tumbuh yang seragam.

Kesimpulan: Mana yang Cocok Untuk Anda?

Berdasarkan hasil ubinan kali ini, kita bisa mengambil pelajaran berharga:


 

  1. Pilih Pertiwi 1 jika Anda mengejar tonase maksimal. Dengan jarak tanam lebih rapat ($30 \times 50$ cm), potensi hasil per hektar bisa tembus di atas 10 ton! Sangat cocok untuk petani yang ingin memaksimalkan setiap jengkal lahan.

  2. Pilih Pertiwi 5 jika Anda mengutamakan efisiensi. Jarak tanam yang lebih lebar ($30 \times 80$ cm) memudahkan dalam perawatan, sirkulasi udara lebih lancar, dan cocok untuk kondisi lahan dengan ketersediaan tenaga kerja yang terbatas.

“Data tidak pernah berbohong. Hasil ubinan ini adalah kompas bagi kami untuk musim tanam mendatang agar tidak lagi meraba-raba dalam menentukan jarak tanam,” ujar salah satu pengurus Poktan Al Hidayah.

Terima kasih kepada seluruh pejuang pangan di Poktan Al Hidayah. Semoga keberhasilan di Gadu Timur ini menular ke desa-desa lainnya. Mari terus berinovasi, karena bertani itu keren dan menjanjikan!


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.