, , , ,

Bupati Fauzi: Pramuka Bukan Sekadar Kepanduan, tapi Benteng Moral Zaman Digital

oleh -230 Dilihat
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo bersama pengurus Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Sumenep saat menghadiri Rapat Kerja Cabang (Rakercab) 2026 di Aula DPMPTSP, Senin (22/06/2026), sebagai momentum strategis memperkuat benteng moral dan karakter generasi muda di era digital.. [dok. MediaCenter/Maduratani. com]

 


SUMENEP — Di tengah hantaman disrupsi teknologi dan arus globalisasi yang rawan mengikis jati diri generasi muda, Gerakan Pramuka dituntut mengambil peran lebih dari sekadar organisasi kepanduan konvensional. Eksistensinya kini digeser menjadi instrumen strategis pendidikan karakter demi menyongsong bonus demografi yang berdaya saing.

Pesan substansial tersebut ditegaskan oleh Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, di sela-sela Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Sumenep Tahun 2026 yang berlangsung di Aula DPMPTSP, Senin (22/06/2026).

 




Menurut Bupati Fauzi, cetak biru (blueprint) pembangunan Kabupaten Sumenep di segala sektor tidak akan berjalan optimal jika hanya bertumpu pada Sumber Daya Manusia (SDM) yang cerdas secara akademik. Daerah memerlukan sokongan generasi yang memiliki kedalaman moral dan karakter yang kokoh.

“Gerakan Pramuka harus menjadi wadah yang melahirkan pemimpin masa depan memiliki integritas, nasionalisme, kepedulian sosial, dan semangat pengabdian kepada masyarakat,” ujar Bupati Fauzi secara lugas.

Transformasi Kepemimpinan dan Jaringan Pengaman Moral

Secara teoretis, sosiologi pendidikan menempatkan organisasi kepemudaan seperti Pramuka sebagai agen sosialisasi sekunder yang krusial. Ketika ruang digital menawarkan kebebasan tanpa sekat, Pramuka hadir mengadopsi fungsi moral guardian (benteng moral). Pendidikan karakter yang diterapkan di dalamnya dinilai selaras dengan target makro pemerintah dalam menciptakan kader bangsa yang adaptif teknologi namun tetap berakar pada nilai-nilai kebangsaan.


 

Bupati yang dikenal dekat dengan berbagai elemen masyarakat ini menggarisbawahi bahwa tantangan digitalisasi kerap memengaruhi degradasi karakter remaja.

“Informasi dan perkembangan teknologi digital tentu saja generasi muda menghadapi berbagai tantangan yang bisa memengaruhi karakter dan jati dirinya. Karena itu, Gerakan Pramuka hadir sebagai benteng moral untuk membentuk pribadi-pribadi yang disiplin, jujur, bertanggung jawab, serta memiliki semangat gotong royong,” jelasnya.

Melalui forum Rakercab tersebut, Bupati Fauzi juga menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi Kwarcab Sumenep yang selama ini aktif memberikan dampak elektif langsung di masyarakat—mulai dari klaster bakti sosial, pelestarian lingkungan, hingga aksi kemanusiaan universal.

Ia memungkasi arahannya dengan sebuah pesan retoris yang kuat bagi seluruh anggota Pramuka di Kabupaten Sumenep:

“Jadilah generasi yang mampu memberikan solusi, bukan sekadar mengeluhkan masalah, sekaligus sebagai generasi yang hadir untuk membantu masyarakat, menjaga persatuan, dan berkontribusi dalam pembangunan.”


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.