SUMENEP (MaduraExpose.com) – Aura optimisme menyelimuti Pendopo Agung Keraton Sumenep pada Jumat siang (06/02/2026). Di bawah atap bersejarah tersebut, Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H., secara resmi menghadiri perhelatan akbar Tasyakkuran dan Maduratani Award 2026 yang diinisiasi oleh portal pertanian pertama di Madura, Maduratani.com.
Acara yang dimulai pukul 13.00 WIB ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, para Kepala Dinas Pertanian dari empat kabupaten se-Madura (Sumenep, Pamekasan, Sampang, Bangkalan), hingga pengurus Gapoktan dan perwakilan asosiasi wartawan.
Apresiasi Tinggi untuk Peran Media
Dalam sambutannya, Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif Maduratani.com yang dinahkodai oleh jurnalis senior, Ferry Arbania. Menurutnya, kehadiran media spesialis pertanian adalah langkah strategis yang sangat dinantikan oleh pemerintah daerah.
“Kami sangat mengapresiasi acara Maduratani Award 2026 ini. Ini bukan sekadar seremoni, melainkan bukti nyata dukungan terhadap program pemerintah daerah dan pusat, terutama dalam mengawal Asta Cita Presiden Prabowo Subianto menuju Swasembada Pangan nasional,” ujar Bupati Fauzi di hadapan para undangan.
Bupati yang dikenal dekat dengan kaum marhaen ini juga menegaskan bahwa peran penyebaran informasi dan teknologi pertanian melalui platform digital menjadi sangat krusial di tengah tantangan iklim dan modernisasi alat pertanian.
Pertanian Sebagai Panglima Ekonomi Pulau Garam
Sejalan dengan visi Bupati, Pimpinan Redaksi Maduratani.com, Ferry Arbania, dalam pidatonya yang memukau menyebut bahwa momentum hari ini adalah pernyataan sikap kolektif untuk menempatkan sektor pertanian sebagai panglima ekonomi di Pulau Garam.
“Secara ilmiah, Madura memiliki karakteristik dryland farming yang unik. Namun, jika dikelola dengan digitalisasi informasi dan sinergi kebijakan, tantangan geografis ini akan berubah menjadi potensi besar. Maduratani.com hadir bukan hanya penyampai berita, tapi sebagai intellectual partner bagi pemerintah dan petani,” tegas Ferry Arbania.
Ferry juga menyentuh sisi spiritual perjuangan pertanian dengan menyitir hadits shahih riwayat Bukhari dan Muslim tentang sedekah menanam pohon, yang menurutnya menjadi “ruh” bagi setiap langkah operasional Maduratani.com.
Kolaborasi Lintas Kabupaten
Kehadiran para “Arsitek Lapangan”—Kepala Dinas Pertanian dari Sumenep, Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan—menandakan adanya semangat baru dalam pengelolaan pertanian secara terintegrasi di Madura. Hal ini sejalan dengan misi Maduratani.com untuk membedah sekat informasi agar inovasi dari dinas terkait tersampaikan secara presisi hingga ke tingkat kelompok tani di pelosok desa.
Bupati Fauzi menutup sambutannya dengan harapan agar kolaborasi strategis ini terus berlanjut. “Terima kasih kepada seluruh unsur Forpimka dan Dinas Pertanian se-Madura. Mari kita pastikan Madura tidak hanya menjadi saksi, tapi menjadi pilar utama lumbung pangan nasional,” pungkasnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan Maduratani Award 2026 kepada para insan tani, pejabat berprestasi, dan inovator pertanian yang telah memberikan kontribusi nyata bagi Bumi Madura. [Neng Ima/Nadayana]




.gif)






