Sinergi Emas Said Abdullah dan Chainur Rasyid: Akselerasi Modernisasi Pertanian Sumenep Menuju Swasembada Nasional

oleh -734 Dilihat
Kolase foto: MH Said Abdullah Ketua Banggar DPR RI dan Chainur Rasyid Kepala DKPP Sumenep.

 


Maduratani.com – Peta jalan menuju kedaulatan pangan di Kabupaten Sumenep kini memasuki babak baru. Sinergitas antara Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, MH Said Abdullah, dengan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Chainur Rasyid, terbukti menjadi motor penggerak utama modernisasi pertanian di Bumi Sumekar.

Kolaborasi ini mempertemukan dukungan kebijakan anggaran di tingkat pusat dengan eksekusi program yang presisi dan inovatif di tingkat daerah. Hasilnya, Sumenep kini bukan hanya menjadi sentra produksi tradisional, melainkan laboratorium inovasi pertanian di Jawa Timur.

 




Visi Said Abdullah: Memutus Birokrasi untuk Kesejahteraan

Sebagai tokoh nasional asal Madura, Said Abdullah secara konsisten menekankan pentingnya efisiensi dalam penyaluran bantuan. Visi besarnya adalah memastikan petani mendapatkan akses teknologi tanpa terhambat sekat birokrasi.

“Kepentingan petani adalah prioritas. Kami di DPR RI berupaya memotong mata rantai birokrasi agar bantuan seperti Alsintan dan hibah lainnya langsung menyentuh akar rumput,” tegas Said Abdullah dalam berbagai kesempatan. Komitmen ini telah ia buktikan melalui penggelontoran ratusan unit traktor dan pompa air melalui jalur aspirasi dan hibah kementerian.

Inovasi Chainur Rasyid: Menjawab Kepercayaan dengan Prestasi

Keinginan kuat Said Abdullah tersebut dijawab dengan kerja nyata oleh Chainur Rasyid, atau yang akrab disapa Pak Inong. Di bawah kepemimpinannya, DKPP Sumenep berhasil mentransformasi bantuan alat mesin pertanian menjadi peningkatan produktivitas yang terukur.


 

Beberapa prestasi dan program unggulan yang berhasil dicapai di era Chainur Rasyid antara lain:

  • Sukses Metode SRI: Mengubah pola tanam padi konvensional menjadi System of Rice Intensification (SRI) yang mampu meningkatkan hasil panen hingga dua kali lipat.

  • Modernisasi Hortikultura: Pengembangan pisang lokal “Pisang Maddu” hingga budidaya Cavendish berbasis kultur jaringan yang melibatkan santri milenial.

  • Manajemen Alsintan: Memastikan bantuan mesin dari pusat dikelola secara profesional oleh kelompok tani agar memiliki masa pakai yang lama dan manfaat yang luas.

Sinergitas Strategis: Anggaran Pusat, Inovasi Daerah

Sinergitas ini menciptakan ekosistem pertanian yang sehat. Said Abdullah memastikan ketersediaan sarana prasarana melalui kebijakan anggaran di Banggar DPR RI, sementara Chainur Rasyid memastikan setiap bantuan tersebut diimbangi dengan pendampingan teknis dan edukasi teknologi kepada petani.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan luar biasa dari Bapak Said Abdullah. Tugas kami di daerah adalah memastikan bahwa bantuan teknologi tersebut diterapkan dengan metode yang tepat, seperti metode tanam bibit muda (SRI) dan penggunaan pupuk organik secara mandiri,” jelas Chainur Rasyid.

Menuju Pertanian Modern 2026

Kolaborasi harmonis ini menjadi harapan besar bagi ribuan petani di Sumenep. Dengan dukungan Alsintan yang masif dari pusat dan inovasi teknis dari DKPP, Kabupaten Sumenep kini optimis dapat mempertahankan statusnya sebagai lumbung pangan sekaligus pionir ekonomi kreatif berbasis agrikultur.[Tim/Red]


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.