Rakernas HKTI 2025: Wamenan Sudaryono dan Titiek Soeharto Bersinergi Wujudkan Petani Tuan di Negeri Sendiri

oleh -354 Dilihat
Wamentan Sudaryono resmi buka Rakernas HKTI 2025 di Bogor bersama Titiek Soeharto. Fokus pada modernisasi pertanian dan target petani jadi tuan di negeri sendiri./Ist.

 


Maduratani.com – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) sekaligus Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Sudaryono, secara resmi membuka agenda strategis Temu Tani 2025 dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pertama HKTI di Bogor, Senin (5/1/2026). Forum ini menjadi tonggak penting dalam perumusan kebijakan pertanian nasional untuk lima tahun ke depan.

Hadir mendampingi, tokoh nasional Siti Hediati Soeharto (Titiek Soeharto), yang memberikan dukungan moral dan politik bagi penguatan kelembagaan petani di seluruh Indonesia.

 




Fokus Program Strategis HKTI 2025–2030

Dalam pidato pembukaannya, Sudaryono menegaskan bahwa pertanian bukan sekadar sektor ekonomi, melainkan tulang punggung kedaulatan bangsa. Rakernas ini secara khusus dirancang untuk menyusun peta jalan (roadmap) Program Kerja HKTI 2025–2030 yang menyentuh akar permasalahan petani.

“Pertanian adalah tulang punggung bangsa. Hari ini kita menyatukan langkah untuk memastikan petani Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Rakernas ini menjadi ruang untuk merancang program yang benar-benar menyentuh kebutuhan petani,” tegas Sudaryono.

Adapun lima pilar utama yang menjadi fokus Rakernas kali ini meliputi:


 

  1. Produktivitas: Peningkatan kualitas hasil panen secara berkelanjutan.

  2. Teknologi: Akselerasi mekanisasi dan pemanfaatan teknologi pertanian modern.

  3. Ekonomi: Memperluas akses pasar dan kemudahan permodalan bagi petani kecil.

  4. Kapasitas: Penguatan organisasi dan SDM petani milenial.

  5. Infrastruktur: Perbaikan jaringan irigasi dan sistem logistik pangan nasional.

Titiek Soeharto: Memuliakan Penjaga Kedaulatan Bangsa

Senada dengan Wamentan, Titiek Soeharto dalam orasinya menekankan pentingnya memuliakan profesi petani. Menurutnya, cita-cita swasembada pangan adalah warisan perjuangan yang harus diwujudkan secara nyata melalui kerja kolektif.

“Petani kita harus dimuliakan. Mereka bukan hanya penyedia pangan, tetapi juga penjaga kedaulatan bangsa. Sudah saatnya petani menjadi tuan di negeri sendiri,” ujar Titiek Soeharto dengan penuh semangat. Ia menambahkan bahwa kemakmuran petani harus dirasakan dari hulu hingga hilir, mulai dari ketersediaan pupuk hingga kepastian harga jual.

Harapan Masa Depan: Kolaborasi Lintas Sektor

Kegiatan Temu Tani 2025 ini menjadi bukti kuatnya kolaborasi antara pemerintah dan organisasi profesi seperti HKTI. Dengan sinergi ini, diharapkan target swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah pusat dapat tercapai lebih cepat.

Melalui forum ini, HKTI menegaskan komitmennya untuk tetap berdiri di garis terdepan dalam mengawal kebijakan pertanian agar tetap berpihak pada kesejahteraan rakyat tani.***

Sumber dan foto: HKTI/Maduratani.com


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.