Bupati Fauzi Targetkan Swasembada Pangan dan Stop Impor

oleh -210 Dilihat
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo targetkan swasembada pangan dan stop impor jagung serta padi melalui sinergi Forkopimda dan optimalisasi lahan 2025. [dok. Istimewa]

 


SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep menegaskan komitmennya untuk berada di garda terdepan dalam mendukung kedaulatan pangan nasional. Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, secara terbuka memasang target ambisius agar wilayahnya mampu mencapai swasembada pangan pada tahun 2025, sekaligus menekan angka impor jagung dan padi di Indonesia.

Sinergi Forkopimda: Kunci Sukses Swasembada

Langkah strategis ini diperkuat dengan pembangunan sinergitas lintas sektoral. Dalam kegiatan Panen Raya Jagung di Desa Guluk-Guluk, Jumat (14/02/2025), Bupati Fauzi menekankan bahwa keberhasilan swasembada memerlukan dukungan pengawalan dari TNI dan Polri.

 




“Program ketahanan pangan untuk mempercepat mewujudkannya, harus melibatkan TNI dan Polri dengan membangun sinergitas agar pelaksanaan program swasembada pangan bisa sukses di Kabupaten Sumenep,” ujar Bupati Fauzi saat melepas hasil panen perdana.

Keterlibatan jajaran Forkopimda ini bertujuan untuk memastikan seluruh tahapan, mulai dari distribusi sarana produksi hingga perlindungan hak petani, berjalan tanpa hambatan.


Memperluas Produksi dan Menjaga Stabilitas Harga

Target utama Bupati Fauzi di tahun 2025 adalah meningkatkan volume hasil panen petani dibanding tahun-tahun sebelumnya. Fokus utamanya adalah komoditas strategis seperti jagung dan padi.


 

Tujuan Strategis Stop Impor:

  1. Kedaulatan Pangan: Mengurangi ketergantungan pada pasokan luar negeri untuk komoditas padi dan jagung.

  2. Stabilitas Harga: Menjaga harga di tingkat konsumen tetap terjangkau melalui ketersediaan stok lokal yang melimpah.

  3. Kesejahteraan Petani: Memastikan hasil keringat petani terserap optimal oleh industri besar.

Sebagai bukti nyata, Bupati Fauzi secara simbolis melepas pengiriman 24 ton jagung hasil panen petani Guluk-Guluk ke PT. Charoen Pokphand Indonesia. Kerja sama dengan industri besar ini menjadi jaminan bahwa hasil tani Sumenep memiliki pasar yang jelas.


Pengawasan Ketat Pupuk Bersubsidi

Bupati Fauzi juga menyoroti masalah klasik pertanian, yaitu ketersediaan pupuk. Beliau memberikan instruksi tegas untuk menjaga distribusi pupuk bersubsidi agar tetap tepat sasaran dan bebas dari praktik penyalahgunaan.

“Kami mengajak seluruh pihak mengantisipasi dan menjaga penyalahgunaan pupuk bersubsidi oleh pihak tertentu, dalam rangka mempercepat swasembada pangan Nasional,” jelasnya.


Data Teknis dan Target Luas Tanam DKPP

Mendukung visi Bupati, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Chainur Rasyid, memaparkan data progres perluasan area tanam. Di Kecamatan Guluk-Guluk saja, realisasi luas tanam telah mencapai angka yang signifikan:

  • Baku Tegal: Luas 3.000.008 hektar, terealisasi 2.000.190 hektar.

  • Baku Sawah: Luas sekitar 2.900 hektar, terealisasi 1.900 hektar.

Secara keseluruhan, DKPP Kabupaten Sumenep menargetkan capaian luas tanam secara masif:

  • Target Tanam Padi: 25.000 Hektar.

  • Target Tanam Jagung: 113.000 Hektar.


Kesimpulan

Melalui kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, Kabupaten Sumenep optimistis mampu menjadi kontributor besar bagi stok pangan nasional. Sinergi antara pemerintah, aparat, dan industri menjadi modal utama bagi Sumenep untuk mewujudkan mimpi swasembada pangan dan berhenti mengandalkan impor.

[tim/red]


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.