Sumenep Susun SOP Budidaya Kacang Komak Unggul: Strategi Hilirisasi Pasca-Pendaftaran Varietas

oleh -234 Dilihat
Pasca pendaftaran varietas Potre, Radhin, dan Rato, DKPP Sumenep bersama BRIN susun SOP budidaya kacang komak untuk tingkatkan produktivitas dan pendapatan petani.[dok.Maduratani/Istimewa]

 


Maduratani.com – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) terus memperkuat ekosistem pertanian lokal. Setelah sukses mendaftarkan tiga varietas unggul kacang komak lokal—Potre, Radhin, dan Rato—di Kementerian Pertanian, kini langkah strategis dialihkan pada penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) budidaya.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa potensi genetik luar biasa dari varietas unggul tersebut dapat diterjemahkan menjadi produktivitas tinggi di tingkat petani, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi baru di Bumi Sumekar.

 




Penyusunan SOP Berbasis Riset BRIN

Penyusunan SOP ini bukan sekadar panduan teknis biasa, melainkan hasil kolaborasi mendalam antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan DKPP Sumenep. SOP ini disusun berdasarkan hasil karakterisasi varietas yang telah dilakukan sebelumnya, menjadikannya pedoman yang adaptif terhadap kondisi agroklimat lokal Sumenep.

Kepala DKPP Sumenep, melalui Ketua Kelompok Jabatan Fungsional (KJF) Penyuluh Pertanian, Dewo Ringgih, menegaskan bahwa pendaftaran varietas di Kementerian Pertanian hanyalah langkah awal.

“Terdaftarnya varietas lokal kacang komak bukanlah akhir dari proses, melainkan pintu masuk menuju pengembangan komoditas secara berkelanjutan,” ujar Dewo Ringgih dalam keterangan resminya.


 

Kacang Komak: Alternatif Pangan Strategis

Secara ilmiah, kacang komak (Lablab purpureus) memiliki daya tahan yang luar biasa terhadap kekeringan (dry-land tolerance), menjadikannya komoditas masa depan yang sangat cocok untuk lahan kering di wilayah Madura. Kacang komak varietas Potre, Radhin, dan Rato dikenal memiliki kandungan protein tinggi dan adaptabilitas lingkungan yang kuat.

Dengan adanya SOP yang terstandar, para petani akan mendapatkan panduan detail mengenai:

  1. Teknik Penanaman: Pengaturan jarak tanam optimal untuk varietas lokal.

  2. Manajemen Nutrisi: Pemupukan berbasis hasil riset BRIN.

  3. Pengendalian OPT: Penanganan Organisme Pengganggu Tumbuhan secara terpadu.

  4. Pasca-Panen: Menjaga kualitas biji kacang agar sesuai standar pasar industri.

Mendorong Kesejahteraan Petani

Implementasi SOP ini diproyeksikan dapat meningkatkan pendapatan petani secara signifikan. Selama ini, budidaya kacang komak di tingkat lokal seringkali masih bersifat sampingan dan tradisional. Dengan budidaya yang terstandar, kacang komak Sumenep berpeluang masuk ke rantai pasok industri pangan nasional maupun ekspor sebagai substitusi kedelai.

Hadirnya SOP ini juga memberikan kepastian teknis bagi penyuluh lapangan dalam mendampingi petani, sehingga risiko gagal panen dapat diminimalisir dan kualitas hasil panen tetap konsisten.


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.