SUMENEP, maduratani.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam menjaga kelestarian lingkungan dan estetika kota semakin diperkuat tahun ini. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep resmi menaikkan alokasi anggaran pengadaan bibit tanaman untuk tahun anggaran 2026.
Jika pada tahun 2025 lalu anggaran belanja bibit tercatat sebesar Rp47 juta, tahun ini angkanya melonjak signifikan menjadi Rp77 juta. Kenaikan ini diharapkan mampu mempercepat proses penghijauan di berbagai titik strategis di wilayah Sumenep.
Fokus pada Peremajaan dan Fasilitas Publik
Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Sumenep, Moh Hasinuddin Firdaus, menjelaskan bahwa pengadaan bibit ini merupakan agenda rutin tahunan. Namun, untuk tahun ini, fokus utamanya adalah peremajaan tanaman yang sudah mati atau tumbang.
“Tujuannya untuk mengganti pohon yang tumbang atau mati. Tanaman di taman dan tepi jalan memang perlu peremajaan secara berkala agar fungsi peneduh dan keindahannya tetap terjaga,” ujar Hasinuddin saat dikonfirmasi, Jumat (16/1/2026).
Selain untuk taman kota dan area pinggir jalan, bibit-bibit ini nantinya akan didistribusikan kepada kelompok masyarakat yang peduli lingkungan.
Mekanisme Ketat: Bukan untuk Lahan Pribadi
Meski masyarakat diperbolehkan mengajukan permintaan bibit, DLH Sumenep menerapkan aturan yang cukup ketat. Hal ini dilakukan agar bantuan tepat sasaran dan benar-benar berdampak pada kepentingan publik.
Beberapa poin penting terkait penyaluran bibit adalah:
-
Survei Lokasi: Setiap pengajuan dari kelompok masyarakat akan melewati tahap survei lapangan oleh tim DLH.
-
Fasilitas Umum: Bibit hanya diperuntukkan bagi lahan publik atau fasilitas bersama.
-
Larangan Lahan Pribadi: Hasinuddin menegaskan bahwa bibit dari anggaran negara ini dilarang keras ditanam di lahan pribadi atau milik perorangan.
Tunggu Pertengahan Tahun
Bagi masyarakat atau kelompok yang menantikan distribusi bibit ini, nampaknya harus sedikit bersabar. Saat ini, pihak DLH masih melakukan tahap persiapan administrasi dan perencanaan mendetail.
“Sekarang masih tahap persiapan awal tahun anggaran. Biasanya realisasi pengadaan bibit baru dilakukan pada pertengahan tahun,” tambah Hasinuddin.
Terkait jenis dan jumlah detail bibit yang akan dipesan, pihak DLH masih melakukan finalisasi perencanaan agar sesuai dengan kebutuhan ekosistem perkotaan di Sumenep.
Penulis: Tim Redaksi maduratani.com
Sumber: Wawancara DLH Sumenep




.gif)








