, , , ,

Langkah Taktis DKPP Sumenep Kunci Kepastian Pasar Tembakau Prancak 95 ke Pabrikan

oleh -271 Dilihat
Pasar Tembakau Prancak 95 ke Pabrikan
Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid melepas pengiriman perdana 3,5 ton Tembakau Prancak 95 ke mitra PT Djarum. Simak strategi penguatan mutu dan tata niaganya.

 


MADURATANI.COM, SUMENEP – Asa petani tembakau di Kabupaten Sumenep untuk mengait nilai ekonomi yang lebih pasti mulai menemui titik terang. Komitmen Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPP) dalam memperkuat posisi tawar varietas unggulan lokal—Tembakau Prancak 95—merealisasikan hasil nyata di tingkat tata niaga dan kemitraan industri.

Mewakili Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H., Kepala DKPP Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, SE., M.Si., melepas langsung pengiriman perdana hasil panen tembakau varietas Prancak 95 menuju mitra pembeli PT Djarum di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Kamis (20/8/2026).

 




Didampingi Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Sumenep, Ainul Yaqin, Chainur memastikan seluruh tahapan persiapan hingga armada diberangkatkan berjalan optimal. Pada pengiriman perdana ini, sebanyak tiga unit pikap mengangkut sekitar 3,5 ton tembakau Prancak 95, disusul dua unit pikap tambahan untuk memenuhi kuota penyerapan mitra industri.

Arsitektur Kebijakan dan Penguatan Mutu Prancak 95

Tembakau Prancak 95 bukan sekadar komoditas musiman, melainkan bagian integral dari identitas kultural dan keunggulan komparatif pertanian Sumenep. Keunggulan varietas ini terletak pada daya adaptasinya yang sangat tinggi terhadap karakteristik lahan Kering/Tadah Hujan di Sumenep serta keunggulan aroma dan kualitas daun yang diminati oleh industri hasil tembakau (IHT) nasional.

Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid menegaskan bahwa terbukanya pintu penyerapan oleh pabrikan besar harus diimbangi dengan standarisasi kualitas mutu yang presisi sejak dari hulunya.


 

“Alhamdulillah, hari ini kita memberangkatkan penjualan perdana hasil panen tembakau varietas lokal Prancak 95. Varietas ini sudah dikenal dan menjadi kebanggaan para petani Sumenep. Namun, terbukanya akses pemasaran harus dibarengi dengan peningkatan kualitas produksi. Kualitas harus terus ditingkatkan agar sesuai kebutuhan pasar dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Chainur Rasyid di sela-sela pelepasan.

Guna menjaga daya saing dan eksistensi Prancak 95 di pasaran, DKPP Sumenep menerapkan serangkaian strategi intervensi dan pembenahan tata kelola:

  1. Pengawasan Mutu Bibit dan Pendampingan Budidaya: DKPP memperketat supervisi sejak fase persemaian, pemeliharaan, hingga kesiapan lahan budidaya guna memastikan kemurnian genetik dan kesehatan tanaman.

  2. Optimalisasi Dana Cukai (DBHCHT): Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau disalurkan secara terukur dalam bentuk bantuan benih unggul, sarana penunjang produksi, hingga edukasi teknologi pascapanen kepada kelompok tani.

  3. Penerapan Tata Niaga dan Perlindungan Harga: Pemkab Sumenep secara aktif menetapkan serta mengawasi implementasi Titik Impas Harga Tembakau (TIHT) agar transaksi jual-beli di tingkat tengkulak maupun gudang tidak merugikan posisi petani.

  4. Pengetatan Perizinan Gudang: Seluruh pabrikan dan gudang penyerapan wajib mengantongi izin resmi serta transparan melaporkan mekanisme dan volume pembelian.

Sinergi Tripartit Demi Kesejahteraan Petani

Langkah pengiriman perdana ini menjadi bukti kuat hadirnya kolaborasi antara pemerintah daerah, asosiasi petani (APTI), dan sektor swasta/pabrikan. Ketua APTI Sumenep Ainul Yaqin mengapresiasi keaktifan DKPP Sumenep yang tidak hanya berfokus pada peningkatan prapanen, tetapi juga ikut mengawal hingga ke rantai pemasaran akhir.

Chainur Rasyid berharap pola kemitraan strategis ini dapat terus diperluas volume penyerapannya pada periode-periode berikutnya, sehingga menciptakan iklim usaha tani tembakau yang berkelanjutan (sustainable).

“Kami ingin para petani semakin kuat, mandiri, dan sejahtera. Kualitas produksi, kemitraan, dan pemasaran harus terus diperkuat agar tembakau Sumenep semakin memiliki daya saing tinggi,” pungkas Chainur.

Bagi para petani Sumenep, keberangkatan muatan Prancak 95 hari itu membawa pesan optimisme: bahwasanya di balik setiap lembar daun tembakau yang terolah dengan mutu baik, terdapat jaminan kesejahteraan keluarga petani serta gerak roda ekonomi daerah yang kian solid. [Ferry Arbania/Maduratani.com]


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.