Cuaca Ekstrem Melanda, Baznas Sumenep Gerak Cepat Pasok Makanan untuk Warga Kepulauan yang Tertahan

oleh -338 Dilihat
Ketua Baznas Sumenep, Ahmad Rahman menyerahkan Bantuan makanan siap saji dan logistik ini disambut haru oleh warga.

 


SUMENEP, maduratani.com – Cuaca ekstrem yang melanda perairan Sumenep dalam beberapa hari terakhir tidak hanya menghentikan aktivitas pelayaran, tetapi juga menyisakan kisah pilu bagi warga kepulauan. Akibat gelombang tinggi dan angin kencang, puluhan calon penumpang terpaksa tertahan di daratan tanpa kepastian kapan bisa pulang ke kampung halaman.

Kondisi ini memicu krisis logistik bagi para perantau kepulauan. Menanggapi situasi darurat tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sumenep hadir membawa bantuan pangan untuk meringankan beban mereka.

 




Logistik Menipis, Warga Mengadu ke Baznas

Lumpuhnya pelayaran di Pelabuhan Kalianget memaksa sebagian warga bertahan di terminal, sementara lainnya memenuhi rumah-rumah singgah di wilayah Kecamatan Kota Sumenep. Namun, karena masa tunggu yang sudah melewati satu pekan, perbekalan uang dan makanan para calon penumpang ini mulai habis.

Ketua Baznas Sumenep, Ahmad Rahman, mengungkapkan bahwa pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan dari warga Pulau Sapeken yang tertahan di rumah singgah.

“Mereka warga Kepulauan Sapeken melapor ke Baznas meminta bantuan makanan karena sudah sepekan berada di rumah singgah dan belum bisa pulang akibat cuaca buruk,” ujar Rahman saat mengantarkan bantuan, Jumat (16/1/2026).


 

Komitmen Bantuan Hingga Pelayaran Dibuka

Baznas Sumenep memastikan bahwa bantuan ini bukan yang terakhir. Selama otoritas pelabuhan belum mengizinkan kapal berlayar demi keselamatan, Baznas berkomitmen untuk terus menyuplai kebutuhan dasar warga.

“Selama belum ada kapal karena cuaca, mereka akan terus kita bantu makanan,” tegas Rahman.

Langkah ini juga merupakan bentuk koordinasi Baznas dengan Pemerintah Daerah sesuai instruksi Bupati Sumenep agar seluruh pihak tetap siaga menghadapi potensi bencana dan dampak cuaca ekstrem.

Ucapan Syukur dari Warga Sapeken

Bantuan makanan siap saji dan logistik ini disambut haru oleh warga. Hijra, salah seorang warga asal Sapeken, mengaku sangat terbantu karena tabungan yang ia bawa dari kampung mulai menipis untuk biaya hidup selama tertahan di kota.

“Bantuan ini sangat kami syukuri. Kami mengucapkan terima kasih kepada Baznas Sumenep. Sudah beberapa hari kami tertahan karena cuaca, dan bekal mulai menipis,” tuturnya lirih.

Hingga berita ini diturunkan, cuaca di perairan Madura masih terpantau fluktuatif. Masyarakat diimbau untuk tetap memantau rilis resmi dari BMKG dan pihak pelabuhan sebelum merencanakan perjalanan laut.


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.