Dandim Sumenep Titip Pesan untuk Santri: Kuasai Teknologi, Jaga Akhlak:

oleh -200 Dilihat

SUMENEP – Santri dituntut tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bekal tersebut penting agar santri bisa mengambil peran dalam membangun bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Pesan itu menjadi salah satu penekanan dalam peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang dihadiri Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada di halaman Kantor Bupati Sumenep, Desa Kolor, Kecamatan Kota, Kamis (22/10/2026).

Upacara dipimpin Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH. Kegiatan tersebut diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi perangkat daerah (OPD), aparatur sipil negara (ASN), pengasuh ponpes, para santri, serta tamu undangan lainnya.

Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, peringatan tahun ini menyoroti pentingnya peran santri dan pesantren dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berilmu, berakhlak, serta memiliki daya saing.

Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada menilai, santri memiliki modal penting untuk berkontribusi bagi bangsa melalui pendidikan agama dan pembentukan akhlak. Namun, modal tersebut perlu diperkuat dengan kemampuan menghadapi tantangan zaman.

“Santri harus percaya diri. Ilmu agama tetap menjadi pegangan, tetapi ilmu pengetahuan dan teknologi juga harus dikuasai. Dengan begitu, santri bisa berbuat lebih banyak untuk masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kemajuan tidak boleh membuat generasi muda kehilangan jati diri dan nilai-nilai luhur yang telah dipelajari di pesantren.

“Jangan sampai semakin pintar, tetapi lupa adab. Hormati guru, jaga akhlak, dan terus belajar. Bangsa ini membutuhkan generasi yang cerdas sekaligus punya karakter kuat,” pesannya.

Menurutnya, semangat Hari Santri harus diwujudkan melalui tindakan nyata, mulai dari kesungguhan menuntut ilmu hingga kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

Dengan semangat tersebut, santri diharapkan tidak hanya menjadi penjaga nilai-nilai keagamaan, tetapi juga mampu tampil sebagai generasi yang berkontribusi dalam pembangunan daerah dan nasional menuju Indonesia Emas 2045. (yud/fer)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.