Petani Ganding Sumenep Pamer Jagung Hibrida Unggul: 1 Kg Bibit Tembus 7 Kwintal, Siap Dukung Swasembada Pangan Prabowo

oleh -1100 Dilihat
Munhari Petani asal Desa Gadu Timur yang juga Ketua Paguyuban Kelompok Tani Kecamatan Ganding Sumenep Madura.

 


Maduratani.com – Semangat swasembada pangan yang digelorakan Presiden Prabowo Subianto disambut antusias oleh para petani di akar rumput. Di Kabupaten Sumenep, Madura, para petani sukses membuktikan produktivitas lahan mereka melalui penggunaan bibit jagung hibrida berkualitas tinggi.

Ketua Paguyuban Kelompok Tani Kecamatan Ganding, Munhari, menyatakan kebanggaannya menekuni dunia pertanian di tengah perhatian besar pemerintah saat ini. Menurutnya, komitmen pemerintah pusat untuk mewujudkan swasembada pangan tanpa impor menjadi suntikan semangat bagi petani lokal.

 




Bukan Sekadar Teori: Hasil Panen Melimpah

Munhari, yang juga menjabat sebagai Ketua Gapoktan Desa Gadu Timur, menunjukkan langsung bukti nyata di lahan jagung miliknya seluas setengah hektare. Ia menegaskan bahwa kunci keberhasilan pertanian adalah keseimbangan antara pengetahuan dan praktik lapangan.

“Intinya kita sebagai kelompok tani tidak hanya bisa berteori, tapi juga mampu berpraktik di lapangan. Dan inilah hasilnya, jagung yang kami tanam sangat luar biasa,” ujar Munhari saat meninjau lahannya, Jumat (9/1/2026).


Keunggulan Bibit Hibrida: Efisiensi Tinggi Hasil Maksimal

Ini adalah jagung milik Munhari alias Cak momom sebesar lengan orang dewasa.

Dalam penjelasannya, Munhari mengungkapkan rahasia produktivitas lahannya terletak pada pemilihan bibit jagung hibrida. Bibit ini memiliki keunggulan pada bobot dan ukuran tongkol yang jauh di atas rata-rata jagung lokal.


 

Beberapa poin keunggulan yang dipaparkan Munhari antara lain:

  • Hasil Fantastis: Berkaca pada panen tahun lalu, penggunaan 1 kg bibit mampu menghasilkan panen hingga 7 kwintal jagung.

  • Kualitas Fisik: Tongkol jagung berukuran besar dengan berat yang sangat signifikan.

  • Efisiensi Lahan: Untuk lahan seluas satu hektare, petani hanya membutuhkan sekitar 15 kg bibit jagung.

“Kualitasnya bagus, tongkolnya sangat besar, dan berat jagungnya luar biasa. Ini yang membuat kami optimis sektor pertanian semakin menjanjikan,” imbuhnya.

Dukungan Terhadap Visi Presiden Prabowo

Keberhasilan petani di Kecamatan Ganding ini menjadi potret kecil dari kesiapan daerah dalam mendukung visi Presiden Prabowo Subianto untuk menghentikan ketergantungan impor beras dan pangan.

Munhari berharap, perhatian pemerintah terhadap ketersediaan pupuk dan stabilitas harga pasca-panen terus ditingkatkan agar kesejahteraan petani berjalan selaras dengan target swasembada nasional.

“Kami bangga menjadi bagian dari pejuang pangan. Dengan bibit unggul dan pendampingan yang tepat, Indonesia pasti bisa swasembada,” pungkasnya. [Tim/Red]


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.