Tangan Dingin di Tanah Garam

oleh -31 Dilihat

Deru mesin traktor memecah keheningan pagi di hamparan sawah Desa Dungkek, Kabupaten Sumenep. Di bawah terik matahari Pulau Garam yang menyengat, beberapa petani tampak sibuk mengoperasikan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern. Di balik geliat transformasi ini, ada satu nama yang terus bergerak dari satu petak sawah ke petak sawah lainnya: Chainur Rasyid.

Sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Chainur tidak sekadar duduk di balik meja birokrasi ber-AC. Sepanjang 2026, ia menjadi motor penggerak utama yang turun langsung mengawal garis komando operasi besar-besaran untuk merombak wajah sektor agraris Sumenep demi mengejar target swasembada pangan nasional.

Garis Komando Chainur Rasyid: Sinergi Lintas Sektoral dan Percepatan Tanam

Di bawah kepemimpinan Chainur Rasyid, DKPP Sumenep berhasil merajut kolaborasi lintas sektoral yang solid. Ia sadar bahwa modernisasi pertanian tidak bisa dikerjakan sendirian. Karena itu, Chainur menggandeng Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Polres Sumenep, TNI, hingga Perum BULOG Kantor Cabang Madura untuk menyatukan kekuatan.

Program percepatan tanam padi digenjot secara agresif di bawah arahan langsungnya, menjangkau berbagai titik strategis seperti kecamatan Dungkek dan Manding. Di bawah kendalinya, penyuluh pertanian lapangan (PPL) dipacu untuk bekerja lebih dekat dengan para petani.

“Peningkatan luasan tanam dipastikan berdampak langsung pada kenaikan produktivitas. Kami di DKPP menargetkan peningkatan hasil gabah dari rata-rata 6 ton per hektare menjadi 7 hingga 8 ton per hektare melalui pendampingan intensif dan adaptasi teknologi,” tegas Chainur Rasyid dalam sebuah kesempatan peninjauan lapangan.

Langkah taktis Chainur ini didukung penuh oleh optimalisasi lahan tidur. Ia mendorong para petani agar tidak lagi ragu meninggalkan cara-cara konvensional, beralih pada mekanisasi modern demi memangkas biaya produksi sekaligus mempercepat masa panen.

Bayang-Bayang Pengawasan: Ketegasan Chainur Gandeng APH Demi Transparansi

Di balik ambisi besar mendongkrak produktivitas lewat gelontoran program dan bantuan alsintan bernilai miliaran rupiah, Chainur mengambil langkah pengamanan ekstra ketat. Ia tidak memberi ruang sedikit pun bagi penyelewengan yang dapat merugikan para petani.

Chainur Rasyid secara aktif melibatkan aparat penegak hukum (APH) untuk memperkuat transparansi dan pengawasan program pembangunan pertanian tahun 2026. Tidak hanya itu, ia juga memberdayakan kelompok tani lokal sebagai garda terdepan pengawas swadaya di tingkat akar rumput. Di tangan Chainur, setiap unit traktor, pompa air, hingga distribusi pupuk dipastikan tepat sasaran dan bersih dari praktik-praktik tercela.

Panggung Rakyat dan Asa yang Belum Usai

Percepatan sektor pertanian yang dikomandoi Chainur tidak berhenti di atas lumpur sawah. Ia turut memadukan agenda modernisasi ini dengan penguatan ekonomi kerakyatan melalui berbagai event dan festival daerah berbasis pertanian, yang mendekatkan produk lokal langsung kepada masyarakat luas.

Kendati tantangan klasik seperti persoalan irigasi di wilayah kepulauan dan fluktuasi harga pasca-panen masih menjadi ujian berat, tangan dingin Chainur Rasyid telah berhasil membuktikan satu hal: Sumenep di tahun 2026 tidak lagi dipandang sebelah mata, melainkan siap bertransformasi menjadi lumbung pangan modern yang kokoh di ujung timur Pulau Madura.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.