Upacara 17-an Kodim Sumenep, Pangdam Tekankan Kesiapsiagaan Prajurit

oleh -293 Dilihat

SUMENEP – Ancaman bencana dan dinamika keamanan menjadi perhatian dalam upacara 17-an Kodim 0827/Sumenep, Kamis (17/9/2026). Jajaran TNI diminta tidak lengah menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi di wilayah.

Pesan tersebut disampaikan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A. dalam amanat yang dibacakan Kasdim 0827/Sumenep Mayor Cpl Suwandi saat memimpin upacara di Lapangan Makodim 0827/Sumenep.

Upacara diikuti para perwira staf, Danramil jajaran, prajurit, PNS, serta anggota Sub Denpom V/4-5 Sumenep.

Menurut Pangdam, perkembangan lingkungan strategis bergerak semakin cepat, kompleks, dan penuh ketidakpastian. Kondisi tersebut dapat berimbas terhadap keamanan, ekonomi, energi, hingga kehidupan sosial masyarakat.

Karena itu, prajurit diminta mampu membaca perkembangan situasi dan mengambil langkah antisipasi sebelum potensi ancaman berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

“Kita harus mampu membaca dan mengantisipasi setiap perkembangan agar dapat mengambil langkah yang tepat dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan,” ujar Mayor Cpl Suwandi membacakan amanat Pangdam.

Selain dinamika keamanan, potensi bencana juga menjadi perhatian. Karhutla, gempa bumi, erupsi gunung api, serta bencana hidrometeorologi dinilai perlu diantisipasi sejak dini.

Terlebih, fenomena El Nino berpotensi menyebabkan musim kemarau berlangsung lebih panjang. Kondisi itu dapat berdampak terhadap ketersediaan air bersih, sektor pertanian, sekaligus meningkatkan risiko Karhutla.

Jawa Timur sendiri masih menghadapi sejumlah potensi tersebut. Pangdam meminta seluruh satuan meningkatkan kewaspadaan sekaligus kemampuan deteksi dini terhadap perkembangan situasi di wilayah masing-masing.

“Tingkatkan kewaspadaan, kemampuan deteksi dini, cegah dini, temu cepat dan lapor cepat serta perkuat koordinasi, sinergi dan kolaborasi dengan seluruh unsur terkait,” ujarnya.

Koordinasi lintas instansi juga dinilai penting. TNI-Polri bersama unsur terkait harus mampu bergerak cepat ketika menghadapi gangguan keamanan maupun bencana yang berdampak kepada masyarakat.

“Perkuat sinergitas TNI-Polri dan kesiapsiagaan menghadapi setiap potensi gangguan keamanan, cuaca ekstrem dan bencana alam,” pesannya.

Di sisi lain, Pangdam mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan personel. Hingga Agustus 2026, tercatat 88 prajurit dan PNS TNI AD meninggal dunia. Penyakit komplikasi menjadi salah satu penyebab utama, sementara kecelakaan lalu lintas menimbulkan 15 korban.

Pembinaan kesehatan dan keselamatan diminta diperketat. Langkah pencegahan harus menjadi perhatian seluruh satuan untuk menekan angka kematian maupun kecelakaan.

“Perketat pembinaan dan pengawasan terhadap kesehatan serta keselamatan personel. Tingkatkan langkah pencegahan secara nyata guna menekan angka kematian dan kecelakaan,” tegas Pangdam dalam amanatnya.

Pangdam juga meminta kesiapsiagaan satuan terus dijaga melalui apel pemeriksaan secara rutin. Kesiapan personel dan materiel harus dipastikan untuk menghadapi konflik sosial, bencana alam maupun perkembangan situasi di wilayah.

Pada bidang pembinaan kemampuan prajurit, latihan diminta dilaksanakan secara keras, terukur, dan berkesinambungan. Pembinaan fisik, bela diri, menembak, serta materi pendukung tugas operasi harus terus ditingkatkan.

Sementara itu, program yang berkaitan langsung dengan masyarakat juga menjadi perhatian. Dari target 8.494 titik KDKMP di Jawa Timur, sebanyak 5.305 titik telah selesai 100 persen dan 1.035 titik masih dalam proses.

Pangdam meminta pelaksanaan TMMD ke-129 TA 2026 dilakukan secara terpadu dan lintas sektoral agar selesai tepat waktu, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Program ketahanan pangan juga terus didorong. Hingga Agustus 2026, LTT mencapai 1.335.909 hektare atau 46,93 persen dari target 2.832.131 hektare. Sedangkan Sergap mencapai 943.787,10 ton atau 106,77 persen dari target 883.912 ton.

Pembangunan Jembatan Merah Putih turut menjadi perhatian. Dari 378 titik, 231 titik telah selesai, 147 titik masih dalam pembangunan, dan 23 titik berada dalam tahap pengajuan.

Melalui amanat tersebut, seluruh jajaran Kodim 0827/Sumenep diingatkan untuk menjaga kesiapan satuan, memperkuat sinergi, serta memastikan keberadaan TNI memberikan manfaat bagi masyarakat di tengah berbagai tantangan yang berkembang. (yud/fer)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.