Ribuan Porsi MBG Menjangkau Arjasa-Kangayan, Babinsa Pantau Distribusi ke Sekolah

oleh -443 Dilihat

SUMENEP – Sebanyak 13.954 porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) didistribusikan melalui delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Arjasa dan Kangayan, Kabupaten Sumenep, Jumat (16/10/2026).

Penyaluran tersebut menyasar siswa dari berbagai jenjang pendidikan di wilayah kepulauan Kangean.

Pengawasan dilakukan Babinsa Koramil 0827/18 Kangean Serka M. Tahir beserta babinsa lainnya untuk memantau proses distribusi makanan ke sekolah-sekolah penerima manfaat.

Perhatian diarahkan pada kesesuaian sasaran dan kelancaran penyaluran agar makanan dapat diterima sesuai kebutuhan masing-masing sekolah.

“Kalau distribusi ke banyak sekolah, yang perlu diperhatikan bukan hanya makanannya terkirim, tetapi juga apakah jumlahnya sesuai dengan sasaran. Kami ikut memantau dan berkoordinasi supaya tidak ada sekolah yang terlewat,” kata Tahir.

Dari total penyaluran tersebut, enam SPPG di Kecamatan Arjasa mendistribusikan 11.135 porsi. Dua SPPG lainnya di Kecamatan Kangayan menyalurkan 2.819 porsi. Cakupan penerima berbeda-beda, mulai dari sekolah tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas.

Di Arjasa, SPPG Desa Arjasa menyalurkan 3.311 porsi untuk 12 sekolah sekaligus kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. SPPG Desa Paseraman mendistribusikan 2.218 porsi untuk 21 sekolah, sedangkan SPPG Desa Laok Jang-Jang menyalurkan 2.006 porsi bagi tujuh sekolah.

Tiga SPPG lainnya di Arjasa masing-masing menyalurkan 1.199 porsi di Desa Bilis-Bilis, 1.204 porsi di Desa Kalikatak, dan 1.197 porsi di Desa Pandeman. Jumlah tersebut menjangkau puluhan sekolah dengan karakteristik penerima yang beragam.

Sementara itu, di Kecamatan Kangayan, SPPG Desa Daandung mendistribusikan 1.234 porsi untuk 23 sekolah. SPPG di Desa Kangayan menyalurkan 1.585 porsi bagi 26 sekolah. Kedua dapur tersebut melayani siswa mulai tingkat kelompok bermain hingga sekolah menengah atas.

Serka Tahir mengatakan, pengawasan di lapangan juga menjadi kesempatan untuk melihat langsung pelaksanaan program di sekolah. Koordinasi antara petugas distribusi, pengelola SPPG, dan pihak sekolah diperlukan agar kendala penyaluran dapat segera diketahui.

“Di lapangan, komunikasi itu penting. Kalau ada perubahan atau kendala saat pengiriman, harus segera dikoordinasikan dengan pihak sekolah dan petugas. Jangan sampai persoalan teknis membuat penerima terlambat mendapatkan makanan,” ujarnya.

Pelaksanaan MBG di Arjasa dan Kangayan menjadi bagian dari upaya pemenuhan gizi bagi peserta didik. Pengawasan distribusi diharapkan membantu menjaga ketepatan sasaran dan memastikan pelaksanaan program berlangsung tertib di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep. (yud/fer)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.