Merah Putih di Nadi Birokrasi: Taktik Bupati Fauzi Pompa Nasionalisme ASN Sumenep

oleh -29 Dilihat

 


SUMENEP, MaduraExpose.com — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Sumenep tak sekadar dihiasi gegap gempita seremonial. Mengawali bulan kemerdekaan, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo melakukan manuver birokrasi yang sarat makna: membagikan Bendera Merah Putih langsung ke tangan para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Halaman Kantor Bupati, Senin (03/08/2026).

Dalam kacamata administrasi publik, langkah strategis yang diambil Bupati Fauzi ini dapat dibedah melalui pendekatan Symbolic Leadership (Kepemimpinan Simbolik). Penyerahan bendera bukan sekadar rutinitas Agustus-an, melainkan sebuah instrumen kebijakan untuk merekonstruksi Public Service Motivation (Motivasi Pelayanan Publik) di jantung birokrasi.

 




“Kami menyerahkan bendera ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam menumbuhkan semangat nasionalisme, memperkuat persatuan, serta meningkatkan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Bupati Fauzi di sela-sela penyerahan.

ASN Sebagai Etalase Negara di Akar Rumput

Secara teoretis, ASN berkedudukan sebagai street-level bureaucrats—wajah langsung negara di hadapan masyarakat (akar rumput). Mewajibkan ASN mengibarkan bendera di rumah masing-masing adalah upaya menjadikan aparatur negara sebagai role model (teladan) bagi masyarakat sekitarnya, mulai dari tetangga, petani, hingga nelayan di pelosok desa.


 

Bupati Fauzi menginstruksikan pengibaran bendera ini dilakukan secara serentak selama satu bulan penuh. “Kami mengajak ASN dan masyarakat untuk mengibarkan bendera merah putih sejak 1 hingga 31 Agustus 2026,” terangnya.

Lebih lanjut, ia membedah makna kemerdekaan dari sudut pandang etika publik. Merah Putih tidak boleh hanya menjadi kain yang berkibar karena kewajiban administratif, melainkan harus diterjemahkan sebagai bentuk penghormatan terhadap darah dan keringat para pahlawan.

“Semangat kemerdekaan harus terawat melalui tindakan nyata, salah satunya dengan mengibarkan Bendera Merah Putih sebagai simbol persatuan, kebanggaan, dan kecintaan kepada Indonesia,” tutur figur nomor satu di Sumenep ini.

Dari Nasionalisme Menuju Pelayanan Publik Prima

Pada akhirnya, muara dari penguatan nasionalisme ini adalah Public Value (Nilai Publik)—yakni sebesar-besar kemanfaatan bagi rakyat Sumenep. Bupati Fauzi mengingatkan seluruh abdi negara bahwa patriotisme era modern bagi seorang birokrat adalah memberikan pelayanan yang cepat, bersih, dan merakyat.

Nasionalisme birokrasi harus menjadi bahan bakar untuk bersama-sama membangun Kabupaten Sumenep yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera. Birokrasi tidak boleh eksklusif dan berjarak dengan rakyatnya.

“Karena itu, seluruh ASN diharapkan tidak hanya memasang bendera di lingkungan tempat tinggal dan kantor, tetapi wajib membaur dan mengajak masyarakat berpartisipasi menyemarakkan peringatan HUT Kemerdekaan RI,” pungkas Bupati Fauzi, menegaskan visi kepemimpinannya yang inklusif dan merakyat. (sik/fer/Red)


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.